oleh

Saifannur Ucapkan Terima Kasih Untuk Semua Pihak

banner 300x250
image_pdfimage_print

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Bupati Bireuen, H.Saifannur S.Sos dalam sambutannya memaparkan sejumlah capaian pembangunan Bireuen selama satu tahun belakangan, yang berpedoman pada visis-misi pembangunan yaitu terwujudnya Kabupaten Bireuen yang adil,makmur, aman, damai dan berlandaskan Syariat Islam. Hal tersebut dikatakan Saifannur pada acara memperinggati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bireuen Ke-19, bertempat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen pada sidang Paripurna istimewa, Jumat (12-10-2018).

“Visi inilah yang menjadi titik capaian dan titik tuju dari seluruh rangkaian proses pembangunan sejak kami memulai pemerintahan ini yang baru satu tahun, “kata Saifannur.

Dalam konsepsi ini, pembangunan Daerah Bireuen harus melakukan pergeseran paradigma dari “Membangun daerah, ke daerah Membangun”. Konsepsi ini sangat selaras dan sejalan dengan strategi yang sudah kita tetapkan, yaitu pembangunan yang berbasis pada penguatan dan pemberdayaan Gampong dengan pendekatan partisipatif dari seluruh masyarakat akar rumput. Seperti, perbaikan/pembangunan saluran irigasi, perbaikan/pembangunan jalan dan jembatan, “jelasnya.

Selanjutnya, kata Saifannur. Jumlah pembangunan Rumah Sehat Sederhana 2017 sebanyak 280 unit, jumlah peningkatan kualitas perumahan dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR sebanyak 337 unit.

Untuk tahun 2018 jumlah pembangunan Rumah Sehat Sederhana yang bersumber dari APBK Bireuen sebanyak 337 unit, yang sudah selesai dibangun sekitar 120 unit, sisanya dalam tahap pelaksanaan, “paparnya.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas dari Program BSPS sebanyak 744 unit terdiri dari sumber dana regular APBN 239 unit dan sumber dana Loan Pinjaman Luar Negeri NAHP (National Affordable Housing Program) sebanyak 505 unit.

Beberapa capaian lain dalam bidang pendidikan, Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Peningkatan infrastruktur daerah, selama kurun waktu 2017-2018 kita telah mampu melakukan peningkatan, pemeliharaan dan rehabilitasi jalan Kabupaten sepanjang 96,12 Km yang tersebar di 17 Kecamatan.

Begitu juga dengan capaian berkaitan dengan penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat telah dilaksankan sejumlah program dan kegiatan.

Kepada semua pihak sekali lagi, Bupati Saifannur menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang tulus atas dorongan semangat, koreksi dan kritik yang ditujukan kepada pihak Eksekutif dalam mengemban amanah, tugas pemerintahan dan pembangunan daerah selama ini.

“Kepada Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, Saya berharap agar informasi dan keterangan yang kami sampaikan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan koreksi terhadap pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan selama kurun waktu 1 tahun, yaitu dari tahun 2017 sampai 2018,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketua DPRK Bireuen, Drs. Ridwan Muhammad, SE dalam sambutannya menyebutkan, Paripurna Istimewa tersebut mereupakan agenda tahunan Kabupaten Bireuen. Berbagai capaian kebutuhan rakyat, insfrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, untuk melepas dari belenggu kemiskinan telah dilaksanakan.

Namun, berbagai capain dan keberhasilan tersebut, masih perlu ditingkatkan kembali untuk menghadapi permasalahan yang lebih komplek demi terwujudnya masyarakat Bireuen yang lebih mandiri, maju dan sejahtera, “ujarnya.

Disamping itu, Panitia Persiapan Pembentukkan Kabupaten Bireuen, Saifuddin Saleh SH, dalam sambutannya menyampiakan asal-usul nama Kabupaten Bieuen.

“Bireuen berasal dari kata Birrun, berarti kebajikan. Saat itu belanda mengumpulkan ulama Aceh di Bireuen, salah satu ulama lalu merubah nama Buket Hagu menjadi Birrun. Karena itu kita pakai nama Bireuen sebagai simbol Kabupaten, bukan Jeumpa, yang merupakan suatu kawasan tua di Aceh, “tuturnya.

Saifuddin berharap, Suatu saat nanti, 10-15 tahun kedepan, Kota Bireuen menjadi daerah Otonomi. Karena itu ia meminta Bupati membentuk badan pengelolaan perkotaan. Bireuen harus lebih Indah dan tertib lagi agar menjadi Kota Adipura. Dan tempat pembuangan sampah (TPA) di Bireuen tidak seperti yang kita harapkan, “imbuhnya.

Sementara itu, Tgk. H. Muhammad Yuduf. A. Wahab (Tusop) memberikan sedikit Tausiah sekaligus pembacaan Doa.

Selain itu, juga ada penyerahan bingkisan kepada para tokoh pendiri Bireuen serta Tim Formatur pembentukan kabupaten Bireuen, yang diterima oleh tokoh ataupun ahli warisnya.(Adam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed