Ratusan Warga Berduyun-Duyun Kerumuni Hewan Qurban di Masjid Al Falaq Kota Sinabang

by

 


Simeulue, Baranewsaceh.co – Ratusan masyarakat dari sejumlah desa tetangga, kerumuni Mesjid Al Falaq di kota Sinabang, hanya untuk mendapatkan pembagian daging dari panitia Qurban walau dengan saling berdesakan dan saling dorong, tidak ketinggalan para ibu – ibu dan anak – anak, namun tidak sedikit pula yang mengeluh karena tidak kebagian sebab daging Qurban sudah tidak mencukupi lagi untuk dibagi.

Sabtu, 02/ 09, sekira pukul, 09:30 wib, di Jalan Tgk.Diujung, Lrg.Nangka, Ds Damai Makmur, Desa Sinabang, Kec.Simtim, Kab.Simeulue, Panitia Qurban dan Remes Mesjid Al Falaq telah melaksanaka pemotongan hewan Qurban, seiring pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1438 H, yakni hari raya qurban, yang jatuh tepat pada hari Jumat, sehingga prosesi pelaksaan pemotongan hewan Qurban tidak dapat dilaksankan, mengingat waktunya terlalu singkat jika dilaksanakan pemotongan hewan qurban pada hari itu, pertimbangan panitia.

Ketua pelaksana Novian.SE, menjelaskan kepada media,”ianya sudah berapa tahun ini diberikan kepercayaan memegang amanah menjadi ketua pelaksana hari qurban, baik dari jamaah maupun para Remes Mesjid Al Falaq ini, biasanya ditahun sebelumnya Mesjid ini selalu dibanjiri orang – orang yang ingin berqurban, tapi tahun ini sepertinya berjalan normal dan biasa saja, kalau dulu jumlah sapi, kerbau serta kambing yang kita potong dihari qurban bisa sampai 22 ekor, tahun 2016 16 ekor, tapi tahun ini hanya 13 ekor kerbau dan 1 ekor kambing, ianya mengaku tidak tau kenapa hal itu bisa terjadi tahun ini.”Papar. Novian.

“namun demikian, ianya merasa heran karena hampir setiap tahun pelaksanaan pemotongan Hewan Qurban ini selalu saja di banjiri dan dikerumuni masyarakat dari sejumlah desa tetangga, yang membuat tanda tanya lagi , mereka taunya hanya ke Mesjid Al Falaq saja, padahal begitu banyak Mesjid – Mesjid lain di kota Sinabang, yang tidak kalah banyak juga hewan Qurban yang mereka potong, malah memilih ke Mesjid Al Falaq, memang konsep yang kita terapkan, siapa saja, orang dari desa manapun silakan ikut berpartisipasi membatu panitia dalam pelakasaan pemotongan, tapi ingat satu hal, jangan coba – coba nakal atau jahil menyembunyikan daging – daging qurban, karena jika ketahuan, pasti akan dipermaluka oleh panitia dan anggota Remaja Mesjid (red- remes), mungkin dengan konsep ini banyak masyarakat merasa enak untuk melakukan pendekatan dengan panitia, sehingga walau dengan saling desak, saling dorong, saling tolak dan ribut, masyarakat tetap datang untuk mengantri mengambil bagian daging Qurban, meski setelah usai tidak sedikit yang kecewa mengumpat, karena tidak kebagian daging Qurban, tapi itulah serba serbi yang kita hadapi jadi panitia Qurban.”Ungkap.Novian.

Marthin (40) seorang warga desa Leubang yang berjarak 18 km dari kota Sinabang, mengunkapkan kepada media,” ianya mengaku, sengaja datang ke Mesjid Al Falaq ini, ingin mencari sedikit bagian dari hewan Qurban ini saja, karena di Desa nya tidak ada satu Mesjid dan Meunasah yang melaksnakan pemotongan hewan Qurban, sehinga ia dan seorang temannya menuju kota Sinabang.”Keluh.Marthin.

Tidak jauh berbeda dengan Idir (33) seorang warga Desa Sital, yang berjarak 16 km, dari kota Sinabang, Idir menjelaskan,” di Desa nya Sital juga demikian tidak ada acara pemotongan hewan qurban, namanya saja hari Raya Qurban, tapi penyembelihan hewan qurban itu memang tidak ada sama sekali, iannya heran kenapa warga tidak mau berkorban, padahal hewan ternak mereka banyak sekali kalau di kampung itu, rata – rata setiap rumah itu mempunyai hewan ternak yang lumayan banyak.” Mengisahkan.”Idir.

Bunga (45) bukan nama sebenarnya,” ianya mengaku di desanya Matanurung memang ada yang memotong hewan Qurban tapi hanya 2 ekor saja, jelas itu tidak mencukupi bagi warga yang berdomisili di desa matanurung itu, ya akhirnya kami mecari dimana desa yang ada melaksankan pemotongan hewan qurban.”Pengakuan. Bunga.

Kabupen Simeulue adalah salah satu Daerah yang mengexpor ternak keluar daerah, seperti ke Pandang (Sumbar), Sibolga (Sumut) dan Labuan Haji (kab.Abdya) dan sampai saat ini proses expor ternak itu masih terus barjalan dengan sangat baik, aneh nya saat Hari Raya Qurban seperti saat ini, masyarakat pedesaan sepertinya enggan untuk beramal dengan berqurban, padahal tidak tanggung – tanggung di ternak yang meraka miliki malah ada yang sampai ratusan ekor untuk satu kepala keluarga, tapi kenapa hal ini bisa terjadi, sampai hari ini belum terjawab.

Kegiatan panitia Qurban dan Remes hari itu berakhir dengan membersihkan semua sampah, yang ada disekitar mesjid Al Falaq, pkl.15:35 wib.Panitia ,Remas dan semua masyarakat berangsur meninggalkan lokasi pemotongan. (ARB)