oleh

Rakor Lintas Sektor Bahas Pemberian Obat Penyakit Gajah

image_pdfimage_print

 

Teks Foto : Staf ahli Bupati Aceh Timur, Ir. M. Yasin saat menyapaikan sambutan dan araha pada kegiatan rapat koordinasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis.

IDI, Baranewsaceh. Co – Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Kesehatan mengadakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral guna membahas terkait kegiatan pemberian obat masal penyakit filariasis (Kaki Gajah), bertempat di aula kantor dinas setempat, Rabu (5/9/2018).

Sementara itu Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M. Thaib, SH dalam sambutan yang dibacakan staf ahli Ir. M. Yasin, mengatakan, sebagaimana kita ketahui , bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA) yang dilaksanakan pada setiap bulan oktober pada priode 2020 merupakan kegiatan, dimana setiap penduduk yang tinggal di Kabupaten/Kota endemis penyakit kaki gajah diseluruh Indonesia secara serentak minum obat pencegahan penyakit kaki gajah.

“Kegiatan minum obat ini disebut Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yakni untuk mematikan microfilaria secara serentak kepada semua penduduk di wilayah edemis Filariasis,” terang M. Yasin.

Disebutkan, BELKAGA merupakan langkah akselerasi untuk mewujudkan tahun 2020 Indonesia bebas dari penyakit Kaki Gajah, dan di tahun 2018 ini, indonesia kembali secara serentak akan melaksanakan POPM Filariasis pada bulan oktober 2018 dan termasuk di Kabupaten Aceh Timur,” katanya.

Lebih lanjut dijelsakan, kegiatan pemberian obat POPM Filariasis di Kabupaten Aceh Timur harus mendapat perhatian khusus dari kita semua, dinas kesehatan selaku kerjasama dengan para Camat, Kepala Puskesmas termasuk dengan para Keuchik untuk memonitoring dan mensweeping warga masyarakat yang terindikasi terkena penyakit Filariasis atau penyakit kaki gajah,” terangnya.

“Pertemuan Rapat Koordinasi ini Pemberian Obat Massal Pencegahan (POPM) Filariasis yang kita laksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya sehingga melalui rapat koordinasi ini kita harapkan, kita selaku aparatur pemerintah nantinya dapat menjadi motor sekaligus motivator penggerak dalam tindakan eliminasi Filariasis atau penyakit kaki gajah,” tegas M. Yasin.

Sebelum mengakhiri sambutan dan arahannya, dirinya atas nama pemerintah Aceh Timur meyampaikan selamat melaksanakan rapat koordinasi pemberian obat massal pencegahan (POPM) Filariasis, semoga rapat koordinasi lintas instansi ini nantinya juga mampu membangun semangat dala upaya pengoptimalan pemeberian obat massal Filariasis sekaligus dapat mengevakuasi kendala yang ditemukan pada tahapan sebelumnya,” demikian pungkas M. Yasin.

Dalam rapat koordinasi lintas intansi tersebut selain di hadiri staf ahli bupati, Ir. M. Yasin juga turut dihadiri para camat, para kepala puskesmas, serta unsur forkompinda , dinas kesehatan Aceh Dra, Cut Ellianufara, MPH, PKBI- RTI Envition dan USAID. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed