banner 1280x334

Proyek Saluran Pertanian Tidak Sesuai Kontrak

by
proyek
Foto Waspada

BARANEWSACEH.CO – BLANGPIDIE,  Pembangunan proyek saluran air ke areal pertanian warga di Desa Palak Hulu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga tidak sesuai kontrak. Saluran yang dibangun melalui anggaran 2015 itu terancam ambruk.

Amatan di lapangan, Kamis (3/3) kemarin, sekira 700 meter saluran yang melintang di pertengahan hamparan sawah “Kandang Jiwa” areal pertanian penduduk kondisinya memprihatinkan.

Sebagian besar dinding tanggul terkelupas, batu-batu besar yang digunakan rekanan saat mengecor tanggul berjatuhan ke tengah saluran. Akibatnya lintangan tanggul saluran menggantung bebas, menunggu waktu ambruk ke dasar saluran.

Di bawah gantungan tanggul itu, tidak ditemukan adanya galian pondasi. Tanggul saluran hanya menapak di atas bentangan tanah sawah yang lembek. Saat serombongan ibu-ibu petani melintasi saluran itu menuju sawah mereka, badan tanggul ikut bergoyang bak dilanda gempa. Di lokasi juga tidak ditemukan papan nama proyek.

Keujrun Blang Desa Palak Hulu, Gurnawan, mengatakan lantai saluran memang tidak dikerjakan. Pihak rekanan beralasan lantai tidak bisa dikerjakan, mengingat kondisi alam kawasan itu sangat berat dan susah bagi pekerja mengangkut material.

Terkait kondisi tanggul yang menggantung tanpa pondasi dan terancam ambruk, Gurnawan mengatakan kondisi itu mungkin akibat adukan semen yang kurang pas. Pihaknya mengaku sudah beberapa kali menyampaikan kepada rekanan, tetapi tidak ditanggapi.

“Kita rakyat kecil ini apalah, mereka hanya mendengar kalau pihak dinas yang komplain,” sebutnya.

Mahadi, staf Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya selaku Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) proyek, menolak memberi komentar dengan alasan pihaknya baru menjadi PPTK menggantikan Bangsawan Siregar yang sudah pindah tugas.

Direktur CV Alsa Mandiri, Samsul, mengaku pekerjaan sudah selesai 100 persen. Demikian juga penarikan termin juga telah selesai. Saat ini, katanya, proyek dimaksud dalam masa pemeliharaan.

Dikatakannya, pengerjaan saluran sudah sesuai kontrak yang dipegang pihaknya. Terkait lantai yang tidak dicor, Samsul mengakui pekerjaan itu ada dalam kontrak, tetapi karena kondisi alam tidak mendukung maka pekerjaan itu ditiadakan.

“Volume pekerjaan yang kita kerjakan sekira 644 meter, anggarannya Rp680 juta,” sebutnya.(wol/aa/waspada)/Sumber : WOL