banner 1280x334

Proyek Peningkatan Jalan Lawe Tua-Lawe Serke Ambruk

by


*Belum ada 1 bulan Proyek sudah rusak

*Salah seorang Pegawai Dinas PUPR mengatakan Wartawan tidak punya otak

Kutacane (Baranews.Aceh) –  Proyek peningkatan Jalan Lawe Tua-Lawe Serke yang berlokasi di Kecamatan Lawe Sigalagala ambruk. Hal tersebut diketahui oleh Jurnalis Baranews.Aceh di Lapangan pada hari Senin(8/01) pukul 11.00 Wib. Dalam papan proyek tertera, bahwa anggarannya Rp.4.733.400.000,-(Empat milyar Tujuh ratus tiga puluh tiga ribu empat ratus ribu rupiah) yang dikerjakan(penyedia) PT.Kemala Perdana dengan no.kontrak : 620/119/SPPK/PUTR-Otsus/2017.

Ketika Wartawan media ini konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang    (PUPR) Aceh Tenggara, perihal tanggapan dan keberadaan Pak Sapta sebagai Kabid Jalan,salah seorang staff mengatakan bahwa Bpk.Sapta tidak berada di tempat. Lebih lanjut,Awak media ini bertanya tentang Buku tamu sebagai legalitas kedatangan pers, juga nihil. Tiba-tiba,ada seorang Pegawai yang keluar dari ruangan dan menghampiri Kuli tinta ini, serta mengucapkan bahwa dia adalah bagian dari Tim PHO.

Saat pemburu berita ini konfirmasi kepada Staff Tim PHO, tentang apakah Tembok penahan tanah(TPT) punya besi dalam RAB! Sontak dan cenderung emosional dia menjawab : “itulah kalian Wartawan itu,tidak punya otak, yang ada besikan TPT yang tingginya 2 m, ujarnya.” Tak sepantasnya seorang Aparatur sipil Negara(ASN/PNS) mengucapkan kata-kata yang tidak pantas,emosional, tidak punya etika terhadap mitra kerja.

Sekedar diketahui publik, bahwa Proyek-proyek yang ditangani Dinas PUPR yang dulunya bernama Dinas Bina marga dan Cipta karya(BMCK),dan Dinas pengairan di wilayah(scope) Kecamatan Lawe Sigala-gala mulai Tahun 2015-sampai sekarang, cenderung kurang berkualitas dan optimal. Contoh Proyek Jembatan yang menghubungkan desa Kuta Tengah-desa Kedataran Gabungan sudah amblas, padahal baru dibangun Tahun 2015; Proyek peningkatan Jalan Kedataran-Salim Pipit juga Gorong-gorong di Dusun Kelapa Sawit dan desa Kertimbang ambruk, padahal baru selesai dikerjakan bulan Desember 2016, bulan Februari 2017 hancur dan mengakibatkan Batu-batu dan kerikil berserakan di Kebun warga, dan TPT retak diduga tidak ada pengorekan, dan Gorong-gorong tidak memenuhi spesifikasi besi standarnya yang dikerjakan PT.Gala Fila Mandiri(GFM).

Juga, Proyek Tembok penahan tanah(TPT) di dekat Sekolah pelita Nusantara Lawe Sigalagala yang baru dikerjakan sekitar bulan April sehabis banjir bandang sudah rusak juga. Proyek peningkatan Jalan Kedataran-Lumban Sinaga yang disinyalir tumpang-tindih, karena sudah dikerjakan desa Kedataran Gabungan Tahun 2016 yang diduga bermasalah,Tiba-tiba dikerjakan dan diambil alih Dinas PUPR Aceh Tenggara. Apakah Wartawan yang tidak punya otak, atau sebaliknya oknum Pejabat Dinas PUPR maupun oknum Kontraktor yang tidak punya pikiran!!!! (P.Lubis)