oleh

Petani Linge Adu Kemampuan di ajang Asah Terampil

banner 300x250
image_pdfimage_print


Takengon, Baranewsaceh.co – Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K) Melalui pasal 26 mengamanatkan bahwa penyuluhan dilakukan dengan pendekatan partisifatif melalui metode penyuluhan pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha.

Salah satu jenis metode berkaitan dengan pengembangan kreativitas dan inovasi adalah di laksanakan Lomba Asah Terampil bagi Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani tingkat Kecamatan Linge yang dilaksanakan pada hari ini, Kamis 27/9/2018 di Aula BPP Kecamatan Linge sebagai ajang informasi dan merefress kembali ilmu serta teknologi yang pernah di terima dari para penyuluh pertanian yang bertugas di WKPP Linge. Agenda yang maksudkan (LAT.red) untuk memacu dan memotivasi KWT dan Kelompok Tani dalam berusaha sesuai dengan petunjuk teknologi pertanian tersebut di buka Oleh Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah Abdurrahman, SP.

Abdurrahman Mengatakan, Lomba ini Merupakan ajang mengukur tingkat Kemampuan KWT dan Kelompok Tani dalam mengadopsi pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian, juga acara ini akan menjadi tolak ukur keberhasilan penyuluh dalam pembinaan petani.

“Melalui Lomba Asah Terampil Petani dan Penyuluh Pertanian termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang untuk kemajuan pertanian, Kami Juga Mendo’akan agar yang menang dan mewakili Kecamatan Linge untuk berlomba Tingkat Kabupaten Aceh Tengah Pada 05 Oktober Mendatang di Kampung Kopi Tebes Lues berhasil hingga ke jenjang Nasional dan Bisa Berjumpa Langsung dengan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara,” Ujarnya. Sementara itu Kepala BPP Linge, Saprin Zailani, SP menyatakan , Melalui Lomba Asah Terampil ini di harapkan akan melahirkan petani unggulan yang memiliki kreatifitas, inovasi dan mampu menguasai teknologi pertanian.

Dengan pengetahuan tersebut dampaknya akan meninggkat hasil produksi, dan kesejahteran petani.” Tegas Saprin.

Dijelaskannya, BPP Kecamatan Linge Memiliki Luas Sepertiga dari wilayah Kabupaten Aceh Tengah yang jarak tempuh dari ibukota Kabupaten 40 Km, dengan memiliki aneka ragam komoditi yang menjadi primoda Seperti Kopi Gayo, Apel Gayo, Buah Naga Gayo, Kapulaga, Aren (enau), Singkong, Sreewangi, bahkan beberapa hasil komoditi tersebut telah di produksi oleh masyarakat yang tenar dengan sebutan “Tape” dan “Gula Aren” Isak. “Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

1. Memperkuat kemandirian kelompok dengan meningkatkan pemahaman kegiatan di bidang pertanian.

2. Meningkatkan Rasa Percaya diri terhadap kemampuan potensi yang dimiliki masing-masing peserta.

3. Mengukur Tingkat Kemampuan KWT Kelompok Tani dalam mengadopsi pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian. 4. Sebagai Tolak Ukur keberhasilan Penyuluh Pertanian dalam melakukan pembinaan kepada KWT dan Kelompok Tani.” Ucap Saprin Zailani. (Riega)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed