oleh

Peranan APIP, APH, WBK/WBBM, dan Saber Pungli untuk Kemajuan Aceh Tenggara

banner 300x250
image_pdfimage_print

*Jika Lembaga ini dioptimalkan, penyimpangan dan high cost economy dapat dikurangi

Oleh : Januar Pagar M.Lubis

Aparatur pengawas internal pemerintah(APIP) yang lazim diketahui masyarakat adalah Inspektorat, sangat penting dalam pemerintahan, baik itu pemerintah pusat, Pemprov, atau Pemkab/Pemkot. Pemerintahan kabupaten(Pemkab) Aceh Tenggara yang membawahi Dinas-dinas, Badan, unit,BUMK/BUMD  perlu diawasi dan dikoordinir oleh Badan seperti Inspektorat, sebagai perpanjangan tangan Bupati.

Dengan keluarnya PP no.12 Tahun 2017, Inspektorat(APIP) bertugas sebagai Pembina dan pengawas. Inspektorat sebagai Pembina bertugas melakukan pencegahan dini dan pengendalian mutu. Sebagai pengawas,Inspektorat melakukan monitoring, evaluasi, pemeriksaan khusus, pemeriksaan kasus, dan regular baik kegiatan/proyek yang dilakukan SKPK, camat, maupun desa-desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara.

Aparat penegak hukum(APH)  dapat bekerja dengan adanya potensi penyimpangan dan tindak pidana permulaan dengan 2 alat bukti, seperti penipuan, penggelapan, korupsi, pemalsuan dokumen, pemalsuan tandatangan/stempel, dll ; dengan merujuk KUHP, KUHAP, dan Lex Specialis yang dapat dilakukan Polri, dan Kejaksaan.

Pencanangan Wilayah bebas korupsi dan Wilayah Birokrasi bersih melayani(WBK/WBBM) di setiap Kantor pemerintahan, wajib dilakukan supaya potensi penyimpangan dan pengurusan dengan ekonomi biaya tinggi(high cost economy) dapat dikurangi.

Tim Sapu bersih pungutan liar(Saber Pungli) harus dioptimalkan dan dimaksimalkan oleh Bupati dan Forkopimda Kabupaten Aceh Tenggara. Sesuai dengan Perpres no.87 Tahun 2016, bahwa Tim Saber Pungli bertugas sebagai intelijen, pencegahan, penindakan,yustisi; dan bekerja di kantor pelayanan terpadu pemerintahan, lembaga, dan Pemda.

Di Aceh Tenggara, sudah ada UPP Tim Saber Pungli yang diketuai Wakapolres Aceh Tenggara, Kompol.H. Zainuddin; Inspektur Inspektorat Aceh Tenggara, Abdul Kariman, S.Pd,MM; AKP.Ali Umar; dari Kejari, dan Kodim 0108/Agara. Lembaga UPP Tim Saber Pungli, sangat efektif dalam menangani suap(gratifikasi), pungutan liar, Sistem ijon di proyek-proyek pemerintah, dsb. Adapun Lembaga ini sangat efisien bekerja di  pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat, seperti Dinas kependudukan dan catatan sipil(Dukcapil), Dinas penanaman modal dan perijinan terpadu satu pintu, Dinas pendidikan dan kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah, Dinas kesehatan, Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang(PUPR), RS.Sahudin, Puskesmas-puskesmas, Kantor Camat,dll.

Sepengetahuan Penulis,UPP Saber Pungli Aceh Tenggara pernah menangkap OTT perpanjangan Bidan PTT di Dinas Kesehatan yang dipimpin dr.Ramulia, SP.OG kala itu. Padahal, UPP Saber Pungli dapat bekerja sewaktu penerimaan Tenaga honor di 70 instansi baru-baru ini, pengangkatan Kepala-kepala sekolah SD dan SMP,  penerimaan Siswa/I baru, penerimaan Panitia pemilihan kecamatan(PPK/PPS) oleh KIP, pengangkatan pejabat eselon III, dan II, Test urine di BNK Aceh Tenggara,dsb. Jika peranan dan fungsi APIP, APH, pencanangan WBK/WBBM, dan UPP Saber Pungli  dimaksimalkan dan dioptimalkan, niscaya Kabupaten Aceh Tenggara akan maju dalam birokrasi ,pelayanan, ekonomi,kesejahteraan, dan peradaban.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed