banner 728x150
banner 1356x354

Penulis ‘Spesialis’ Juru Masak Kari Kambing

by


Catatan Kuliner : Fathan Muhammad Taufiq

BARANEWSACEH.CO – Sebenarnya aku masih belum begitu pede menyebut diri sebagai seorang penulis, karena belum seumur jagung aku bergabung dengan media dan tulisan yang aku posting pun belum sebanyak biji jagung, tapi aku tetap merasa angga bisa bergabung dengan komunitas penulis (yang menurut mas Iskandar ‘Isjet’ Zulkarnain) dari kalangan “orang-orang biasa”. Awalnya saya merasa ragu ketika “Toean GoeroeSyukri Muhammad Syukri mengajakku untuk kembali aktif menulis, karena aku merasa tidak memiliki kapasitas menjadi seorang penulis, namun berkat spirit dari guru saya tersebut akhirnya aku memberanikan diri untuk mulai mengirim tulisan ke media, dan Alhamdulillah, ternyata sekarang aku sudah mulai bisa merasakan “nikmatnya” menulis, meski aku sadari sepenuhnya kalo tulisan-tulisanku belum bisa dikategorikan sebagai “artikel berbobot

Melihat latar belakang para penulis senior asal Gayo seperti Muhammad Syukri, Iranda Novandi, Jamhuri ‘Ungel’, Wiratmadinata, Dr. Johansyah, Yunadi Harun Rasyid dan teman-teman jurnalis seperti Khalisuddin, Jurnalisa, Bahtiar Gayo, Hamdani ‘Toa’, Darmawan Masri dan lain-lainnya, ternyata disamping memiliki kemampuan menulis yang handal, mereka juga punya keahlian lain diluar menulis, sebut saja sang Toean Goeroe Muhammad Syukri, selain piawai menulis juga seorang barista handal, dan belakangan juga mulai eksis ‘bermain’ vlog (video blog) dengan label SMS Video di akun Youtube.

Begitu juga aku, seorang penulis kelas pemula, juga mempunyai sedikit kemampuan yang untuk ukuran keluarga dan relasi sudah cukup terkenal ( he…he..he, ge er dikit ) yaitu jadi chef amatir untuk kuliner khas daerah seperti kari kambing, gulai itik, ikan asam pedas (masam jing), rendang, soto dan lain-lain. Dan khusus untuk kari kambing, itu masakan spesialisku, semua teman dan tetanggaku sudah mengakuinya, kata mereka masakan kari buatanku sangat enak dan berbeda dengan masakan kari lainnya, karena aku memang menggunakan resep yang agak berbeda dengan masakan yang di jual di warung-warung makan khusus kari kambing yang banyak tersebar di daerahku, dan tentu saja porsinya juga jumbo.

Ada tradisi yang agak unik di komplek tempat tinggalku, hampir sebulan sekali kami patungan untuk membeli kambing, tapi dengan syarat harus Fathan Muhammad Taufiq atau yang lebih dikenal sebagai Aman Arief (Arief adalah nama putra sulungku, dan di daerah tempat tinggalku, orang lebih suka memanggil seseorang dengan sebutan bapak dari anak pertama) yang jadi juru masaknya. Aku sih oke-oke saja, karena kari kambing adalah salah satu menu favoritku. Dengan racikan bumbu dan rempah 23 macam, jadilah menu masakan olahanku menjadi kari kambing special. Kepala Dinas Pertanian Drh. Rahmandi, M Si dan Kasat Binmas Polres Aceh Tengah AKP Suwarno, S Sos yang kebetulan juga tetanggaku adalah pengemar fanatik masakan hasil karyaku itu.

Dari seekor kambing ukuran sedang, dapat ku hasilkan 40an porsi kari kambing ukuran jumbo, dan para penyandang dana pun merasa terpuaskan selera makannya. Satu kelebihan dari masakan olahanku (kata tetangga-tetanggaku) adalah tidak menyebabkan naik tensi,  mungkin karena bumbu masakan yang kaya rempah, itu salah satu yang menyebabkan para “kari kambing mania” seperti kecanduan dengan masakanku.

Tak hanya di lingkungan komplek tempat tinggalku saja, aroma dan rasa kari kambing hasil racikanku, juga sangat digemari oleh sanak familiku yang ada di Jawa. Setiap kali aku mengunjungi mereka, tak lupa aku membawa bumbu kari kambing siap saji, dan saat ngumpul bersama keluarga besar disana, terasa lebih berkesan dengan sajian kari kambing racikanku. Di lingkungan kantor juga begitu, teman-teman mulai mengenal dan merasa ketagihan dengan masakanku. Tiap momen tertentu seperti halal bi halal di kantor, pak Kadis langsung saja ‘menembak’ku untuk meniapkan bumbu kari kambing.

Begitu juga ketika ada acara akikahan di lingkungan kelargaku, pasti aku langsung dapat peran sebagai chef dadakan khusus untuk mengolah kambing akikah menjadi hidangan nan lezat beraroma kari. Momen ngumpul-ngumpul dengan warga se komplek seperti dalam acara penyembelihan hewan qurban, rasanya ada sesuatu yang kurang kalau tidak ada hidangan kari kambing racikan Aman Arief.

Kebisaanku memasak kari kambing awalnya dari ketidak sengajaan, ketika aku makan kari kambing di salah satu restoran di Banda Aceh, aroma rempah dari masakan itu memang sangat menggugah selera. Tapi porsi restoran yang hanya cukup untuk “menggelitik” rongga perutku, membuatku ingin mencoba masakan itu sendiri agar lebih puas menikmatinya, dan hasilnya beberapa tetangga yang kubagikan kari kambing memberi apresiasi luar biasa, “masakan kari pak Arief luar biasa, lebih enak dari yang restoran” begitu rata-rata komentar mereka, itu yang membuat aku semakin pede memproklamirkan diri sebagai “penulis spesialis kari kambing”. Hobby yang satu ini selain menyenangkan, ternyata juga mengenyangkan, he….he…he (RED)

banner 300x250