oleh

Penganiaya Istri Wartawan Jalani Sidang Perdana di PN Bireuen

image_pdfimage_print

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Terdakwa Mahyu Danil Alias Mahyu Batee Kureng (36) Warga Desa Cot Rambat, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen menjalani sidang perdana, harus memakai baju tahanan berwana Orange saat disidangkan di Pengadilan Negeri Bireuen, Rabu (29/8) dengan agenda persidangan Pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas keterlibatan terdakwa yang melakukan penganiayaan terhadap, Fathiah Binti M Nur (31), istri dari Sulaiman Gandapura Wartawan media Online Atjeh.Net, Warga Desa Cot Tube Kecamatan yang sama.

Dalam dakwaan Jaksa Siera Nedi, SH yang dibacakan Jaksa Hendra Mubarok, SH menuding terdakwa pada 11 Mei 2018 telah melakukan penganiayaan terhadap korban, Fathiah warga Desa Cot Tube, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen dengan mengunakan kayu balok, batu bata, dan menginjak-nginjak dengan kaki, serta menekan lututnya dibagian perut dan dada Fitriah sampai korban tak berdaya, dan memukul dibagian wajah korban. Sehingga wajah korban memar dan bengkak.

Kasus itu berawal ketika korban (Fitriah) sedang menyapu dipekarangan halaman rumahnya. Tiba-tiba melintas terdakwa di jalan Desa, didepan rumah korban, seraya mengeluarkan kata-kata ejekan yang tentu saja membuat emosi korban Fathiah.

Karena emosinya itu, korban mengambil batu sebesar bola pimpong, lalu melempar dan mengenai body mobil yang dikenderai Mahyu Danil, setelah melihat mobilnya terkena batu, serta merta terdakwa Mahyu keluar dari mobil seraya mengambil sepotong kayu balok dan kemudian mengejar korban yang mencoba melarikan diri kedalam rumah.

Namun, naas bagi Fitriah, karena Terdakwa Mahyu Danil keburu mejambak rambut korban, dan terjadilah aksi pemukulan sebanyak enam kali, yang masing-masing mengenai bagian kepala, muka, serta leher korban yang membuatnya kesakitan dan mencoba merebut kayu yang dipegang terdakwa.

Kendati demikian, terdakwa Mahyu Danil tidak berhenti melakukan aksinya, setelah kayu balok itu terlepas dari tangannya, terdakwa lalu mengambil batu bata disekitar itu dan memukul satu kali dibagian kepala korban yang tentu saja membuatnya pening sampai tidak berdaya, dan akhirnya Fitriah terjatuh di tanah.

Aksi itu sempat dilihat oleh Putri Wahyuni dan Putri Wahyuni menjerit meminta pertolongan supaya terdakwa Mahyu Danil menghentikan aksinya itu, dan teriakan Putri tersebut di dengar oleh dua warga sekitar, kedua warga tersebut berusaha melerai pekelahian yang tidak seimbang itu, namun terdakwa tetap tidak mengubrisnya dan tetap menginjak tubuh korban sampai tidak berdaya.

Setelah aksi penganiyaan itu, korban di bawa ke Puskesmas Gandapura untuk divisum et reportum oleh dokter puskesmas setempat, dengan sejumlah luka di sebagian tubuh dan kepala korban. akibat terkena benda tumpul. Akhirnya korban dibawa ke rumah sakit Jeumpa Hospital Bireuen untuk menjalani perawatan intensif selama beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya, dan akibat dari perbuatannya itu, terdakwa Mahyu Danil dijerat dengan pasal 351.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Rahma Novianti, SH dengan hakim anggota Muchtaruddin, SH dan Irwanto SH, melanjutkan persidangan satu pekan kemudian untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. Dalam persidangan itu, terdakwa duduk di “kursi pesakitan” tanpa didampingi penasehat hukumnya.(ADAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed