oleh

Pengakuan Mantan Keuchik Gampong Sekualan Samsir, Terkait ADD Tahun 2015 – 2016

image_pdfimage_print

Aceh Timur, Baranewsaceh. co – Mantan Keuchik Gampong Sengkualan Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur Samsir kepada Kabid Investigasi LSM KPK Nusantara dan awak media terkait pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2015 – 2016 tertuang dalam APBG mengakui dugaan pelanggaran dan penyimpangan olehnya.

Pengakuan Samsir, “Setiap penarikan Dana Negara tersebut disetor untuk Camat Rp. 1.500.000, Sekcam Rp. 300.000, Kapolsek Rp.300 000, Dan Ramil Rp. 300.000, Bendahara Camat Rp.300.000, KPA/GAM per tahun Rp. 1.000.000.

Kepada Media Bara News Aceh Sabtu (21/07/2018) Keuchik Samsir mengaku “Semua yang miliki tanda tangan di berkas Desa dikantor Camat harus kita kasih uangnya. Kalau kegiatan Hari besar Nasional kami keuchik-keuchik semua dimintai uang sama Camat untuk kegiatan, tiap Desanya Rp.1.000.000”.katanya.

Saat ditanyai tentang pengelolaan kegiatan Keuchik Samsir jawab “Saya yang bertanggung jawab sama Desa, jadi kelola sendiri saja, saya takut saya lepas sama yang lain, nanti uangnya dihabiskan katanya. Saya yang kena hukum. Kalau saya kelola sendiri, saya yang bertanggung jawab”.paparnya.

Disinggung oleh media, jika dilaporkan ke hukum dugaan korupsi dana tersebut dan termasuk pemotongan gaji/honor perangkat, Dia menjawab “Sudah resiko saya menanggung semua akibatnya”.pungkasnya.

Belakangan terkait pemberitaan di media, Keuchik Samsir “Kenapa langsung di beritakan, seharusnya kita bicarakan dulu, seharusnya kan ada cara untuk penyelesaiannya “.pintanya. (sss).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed