oleh

Penegak Hukum Diminta Usut Dugaan Penyelewengan Anggaran Dana Desa Kong Paluh

banner 300x250
image_pdfimage_print
Foto Pembangunan Berongjong di Desa Kong Paluh Kecamatan Kutapanjang

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Gayo Lues menyesalkan atas tindakan yang diduga dilakukan oleh  Oknum Kepala desa Kong Paluh beserta perangkatnya yang diduga telah  diduga melakukan penyelewengan terhadap sebagian anggaran dari  Dana Desa.

Hal ini disebutkan Kepala Bidang investigasi Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI)  Bursli Jum’at, (03/08/2018).

Baca : Kepala Desa Kong Paluh Menghindar Dari Wartawan dan LSM Terkesan Berbau Korupsi

Baca : “Laskar Anti Korupsi Indonesia” Kab. Gayo Lues Usut Dugaan Penyalahgunaan Alokasi Dana Desa Kong Paluh

Dia mengatakan kami mempertanyakan penggunaan Anggaran Dana Desa Kong Paluh Kecamatan Kutapanjang Kabupaten Gayo Lues Tahun 2016, dan kami telah melakukan investigasi ke lapangan  dan kegiatan tersebut diduga syarat Korupsi terkesan pelaksanaannya ditutupi oleh oknum Kepala Desa kepada masyarakat setempat.

“Kita mengantongi data – datanya, silakan pihak Aparat Hukum turun lansung kelapangan untuk melakukan cros cek tentang dugaan dua penyimpangan tadi,” ungkap Bursli.

Selanjutnya dia mengungkapkan, Kepala desa Kong Paluh terkesan tidak ada upaya transparan sama sekali dalam laporan pertanggung jawaban terhadap penggunaan dana – dana  desa di desanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ‎Masalah di Desa Kong Paluh ini sudah cukup lama meresahkan, terlebih persoalan  dana Desa yang selalu tertutup dalam laporan penggunaannya terkesan bukannya untuk memperbaiki malah menambah parah keadaan dana desa,” tegasnya.

Dia berharap kepada pihak penegak hukum dapat menyelesaikan persoalan ini, dan mengaudit penggunaan dana Desa Kong Paluh sejak tahun 2015 sampai sekarang, katanya, jika di periksa oleh Inspektorat paling hanya sanksinya mengganti dan mengembalikan uang tidak ada proses hukumnya hingga tidak ada efek jera dan siapapun yang menjabat sebagai Kepala Desa dan kemumungkinan besar akan terus melakukan penyimpangan, jelasnya. (TIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed