Pelaku Pengerusakan Masih Bebas Berkeliaran, Warga Julok Resah

by

BARANEWSACEH.CO | ACEH TIMUR – Yusran Bin Abdullah (30), warga Desa Ulee Blang Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur masih bebas berkeliaran setelah melakukan aksi pengerusakan ala “preman” di jalan lintas antar Desa Ulee Blang, Sabtu (9/12).

Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / 22 / XII / 2017 /Spkt Sek Julok, tanggal 9 Desember 2017, korban Hasballah Bin Kadimin (korban) berkunjung ke rumah temannya, Tarmizi di Desa Ulee Blang. Namun, Tarmizi sedang tidak berada di rumahnya. Sambil menunggu kepulangan Tarmizi, Hasballah menunggu di rangkang (gubuk_red) yang tidak jauh dari rumah Tarmizi bersama Jamaluddin yang tidak lain adalah adik Tarmizi.

Tiba-tiba datang Yusran (pelaku) mengendarai sepeda motor Vario sambil membawa sebatang balok kayu langsung memukul sepeda motor Vixion milik korban yang di parkir didepan rumah Tarmizi sehingga rusak berat. Selanjutnya, pelaku mencoba mengejar korban yang hanya mampu melihat dari kejauhan. Melihat pelaku mengejarnya dengan memegang balok kayu, korban langsung melarikan diri.

Baca : Wartawan Mengalami Tindakan Kekerasan Di Gampong Belang Uyok, Kacamatan Julok

Selain merusak sepeda motor, pelaku juga merusak beberapa peralatan lainnya milik korban seperti Kamera DSRL, handphone, notebook yang diperkirakan mencapai kerugian mencapai Rp. 28.000.0000,-

Aksi brutal pelaku mendapat tanggapan dari Fauzi, salah satu warga Julok. Kepada media ini ia mengatakan, aksi yang dilakukan Yusran membuat masyarakat cemas, apalagi sampai saat ini pelaku masih bebas berkeliaran. “Saya khawatir bang, karena pelakunya tidak ditahan. Bisa saja kejadian serupa terulang kembali dan saya menjadi korbanya,” ungkap Fauzi dengan nada cemas.

Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Kapolsek Julok, Ipda Eko Hadianto mengatakan pihaknya sedang meng-BAP korban dan saksi. “Kami sedang mengambil keterangan korban dan saksi, mohon bersabar ya,” kata Eko singkat.

Saat ditanya kenapa pelaku belum juga ditahan, Kapolsek Julok mengatakan “Untuk apa buru-buru ditahan, kita BAP dulu lah,” tutup Eko. (JM)