oleh

Pedoman menentukan pilihan dalam Pilpres 2019

banner 300x250
image_pdfimage_print


Oleh Glesos Yoga Mandira*
* Pengamat Politik dan Etika Publik

Yakinkan pada setiap orang yang kita temui, bahwa landasan kita dalam menentukan pilihan dalam Pilpres 2019 berdasarkan tuntunan agama sbb:

Menurut para penceramah maupun para khatib, berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Syafei (kalau salah mohon diluruskan), bahwa segala urusan di dunia ini serahkan pada ahlinya.

Untuk urusan Negara maka serahkan pada ahlinya,yaitu Umara.

Adapun untuk urusan Umat manusia,serahkan pada ahlinya, yaitu Ulama.

Bila suatu Negara rusak, maka Pemimpinnya yang harus bertanggung jawab.

Bila para Pemimpin suatu Negara rusak, maka Ulamanya yang bertanggung jawab.

Bila seorang Ulama ikut serta dalam urusannya Umara atau urusan Negara, maka itu merupakan tanda -tanda akan hancurnya suatu Negeri (Negara).

Sementara Presiden atau Wakil Presiden adalah Pemimpin tertinggi dari Umara.
Disatu sisi Kyai Makruf Amin adalah Pemimpin Tertinggi Ulama di Indonesia yang bersedia menjadi Wakil Presiden (Umara), berarti sudah tidak ada lagi garis yang tegas dan jelas antara tanggung jawab seorang Ulama dan Umara.
Jadi siapa yang harus diawasi/dibimbing dan siapa yang bertugas mengawasi/membimbing umat manusia.
Disinilah barangkali makna dari petunjuk bahwa bilamana seorang Ulama sudah ikut mengurusi suatu Negara, maka itu merupakan tanda – tanda kehancuran Negara tersebut.

Disatu hal lain, bilamana kita harus menentukan satu pilihan diantara dua pilihan yang berat bagi kita.
Maka petunjuknya, pilihlah satu diantaranya yang paling kecil mudharotnya bagi umat/rakyat/Negara.

Untuk itu kembalikan kepada mereka, jika Negara ini akan menuju kehancurannya dan tentunya menyangkut kelangsungan anak cucu kita kedepan, ya silahkan pilih yang dimana Ulamanya ikut serta menjadi Umara.

Dan bila kita inginkan Negara kita ingin tetap langgeng tidak hancur, artinya kelangsungan hidup anak cucu kita bisa terjaga, ya pilihlah yang dimana garis tegas tanggung jawab antara Ulama dan Umaranya tetap terjaga dengan baik.

Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa bermanfaat bagi kita semua sebagai pedoman dalam kita menentukan arah atau nasib Bangsa dan Negara kita kedepan berdasarkan tuntunan Agama yang kita yakini bersama.
Aamiin.

#SalamIndonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed