Home / ACEH TENGAH / Panitia Coret Pimpinan Dayah di MTQ Keluarga

Panitia Coret Pimpinan Dayah di MTQ Keluarga

Photo Istimews/Net

Takengon – Baranewsaceh.co – Panitia seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kategori keluarga kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, gugurkan satu anggota keluarga. Mirisnya, pembatalan itu dilakukan panitia satu hari sebelum pelaksanaan.
“Pembatalan itu tidak etis, hanya karena saya pimpinan pasantren,” kata kepala keluarga itu yang enggan disebut namanya kepada wartawan, Jum’at 29 September 2017.
Padahal kata sumber itu, pendaftaran telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan saat pendaftaran dilakukan, panitia kecamatan juga tidak memberitahu perihal persyaratan pimpinan pasantren tidak dibenarkan untuk mengikuti MTQ keluarga tersebut.
Dilain sisi, masih menurut kepala keluarga itu, empat anaknya saat ini juga berdomisili diluar daerah. Bahkan satu diantaranya sedang mengeyam pendidikan di Jakarta.
“Mereka (Anak-anak-Red) dengan sengaja meninggalkan aktifitasnya dan kembali ke kampung halaman demi mengikuti MTQ keluarga ini, tapi tidak diperbolehkan, ini sangat mengecewakan,” Ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kecamatan Bebesen, Alwinsyahri, SE menjelaskan, pembatalan itu merupakan ketentuan dari Petunjuk Pelaksana (Juklak) yang diterbitkan oleh Dinas Syari’at Islam.

Dalam Juklak itu katanya, jelas disebutkan bahwa pimpinan pasantren atau dayah dan ketua balai pengajian tidak dibenarkan untuk ikut serta dalam MTQ keluarga ini.

“Kita hanya pelaksana, dan acuannya dari pemerintah tingkat dua (Dinas Syari’at Islam-Red),” kata Alwinsyahri.

Terpisah, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh Tengah Alam Syuhada saat ditemui wartawan diruang kerjanya membenarkan adanya item dalam Juklak yang melarang pimpinan pasantren tidak dibenarkan untuk mengikuti MTQ keluarga.

Juklak itu katanya, merupakan keputusan bersama yang lahir dalam rapat beberapa waktu lalu. Bahkan kata Alam Syuhada, pihaknya juga berancana membentuk kategori MTQ tingkat pimpinan pasantren atau dayah, namun usul itu pula mendapat penolakan dari para pimpinan dayah itu sendiri yang hadir dalam rapat kala itu.

“Bahkan hasil rapat kita meminta agar pihak kecamatan seperti Lembaga Pekan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk melakukan sosialisasi keputusan ini” ujarnya.

Kendatipun, Alam Syuhada menyesalkan kurangnya sosialisasi keputusan rapat itu kepada masyarakat, sehingga ada pihak yang dirugikan dalam pelaksanaan MTQ keluarga kali ini.

Untuk diketahui, MTQ keluarga ini merupakan program pemerintah Aceh Tengah dibawah pimpinan bupati Ir. H. Nasaruddin. Seluruh anggota keluarga akan diberangkatkan umrah secara gratis sebagai hadiah bagi pemenang.

Menurut data yang diperoleh wartawan, kecamatann Bebesen telah melakukan seleksi MTQ keluarga itu pada Kamis 28/9/17. Seleksi itu berlangsung di Menasah komplek Yayasan Panti Asuhan Budi Luhur kecamatan setempat. Hasil seleksi itu, keluarga Muhammaddin-Liadini dan tiga anaknya, berhasil keluar sebagai pemenang setelah meraih nilai 96,8.

Pemenang itu juga akan mewakili kecamatan Bebesen ditingkat kabupaten untuk merebut tiket umrah.(Rel/HT)

 

About Mendorong Perubahan

x

Check Also

Masyarakat Blangtemung Bersama Guru Gotong Royong Membuat Pagar SMP Satap Blangtemung

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Masyarakat Blangtemung bersama Guru SMP Satu Atap Blangtemung ...