oleh

Oknum Pengusaha di Pulau Halang Berinisial “A” Diduga Jual Garam Industri ke Masyarakat

image_pdfimage_print

Rokanhilir, Baranewsaceh. co – Pengusaha Garam Import di Pulau Halang Kec.Kuba Diduga memperjual belikan garam import Industri  kepada masyarakat.

Akibatnya Pengusaha Lokal yang membeli garam langsung dari petani sekaligus pemilik UD.Indorimel Merasa di Rugikan atas Perbuatan yang diduga di lakukan oleh Oknum yang ingin meraup keuntungan lebih tinggi.

“Tentunya kami sebagai pedagang sangat dirugikan yakni dengan adanya garam Import Industri  yang di jual kembali ke masyarakat dengan harga murah,dalam aturan kan ga boleh di perjual belikan tutur salah satu pemilik saham di UD.Indorimel bernama Iskandar kepada Baranewsaceh.co Selasa (04/09/2018).

Menurut Iskandar kegiatan yang di lakukan oleh oknum Pengusaha Nakal sudah berlangsung sejak lama di lakukan tak tanggung tanggung perbulan nya bisa mencapai ratusan ton.

Bagaimana tidak menjanjikan lanjut Iskandar, garam Import Industri yang di beli oleh pengusaha nakal harga nya berkisar Rp.300 – 500 Rupiah perkilonya kemudian di jual ke masyarakat dengan harga lebih kurang Rp 2.400.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo),Hariyadi B Sukamdani mengatakan garam industri tidak bisa di konsumsi oleh masyarakat, Sebab garam industri memiliki kriteria berbeda dibandingkan dibandingkan garam konsumsi, garam konsumsi harus mengandung natrium klorida (NaCL) sebesar 97,4% atau lebih, sedangkan garam konsumsi 22~40% di bawah angka tersebut.

Sedangkan ketentuan yang mengatur tentang garam import, garam hanya dapat di gunakan untuk kebutuhan industri perusahaan saja bukan di perjual belikan dan itupun harus melalui proses bahwa setiap perusahaan mengajukan permohonan Import garam ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia

jika melanggar bisa di jerat dengan pasal 120 ayat (1) jo pasal 53 ayat (1) huruf b UU Nomor 3 tahun 2014 tentang Perundistrian,pasal 144 jo pasal 147 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, pasal 62 jo pasal 8 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 2 dan pasal 3 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan  UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan atau pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP

ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 dan Pasal 5 UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Untuk itulah Pemilik UD Indorimel meminta kepada Pemerintah Kabupaten Rokanhilir dan Aparat yang berwenang supaya dapat menertibkan Diduga pengusaha  Pelaku usaha ilegal tersebut sesuai dengan ketentuan Undang Undang yang Berlaku hal ini juga sudah kami adukan ke LSM LIRA Rohil.

Terpisah LSM LIRA saat di konfirmasi terkait hal tersebut Bupati LSM LIRA Zacky Al Masry membenarkan hal tersebut dan pihaknya sudah melaporkan hal Tersebut Kepenegak hukum yaitu Polres Rohil tanggal 25 agustus 2018 dan DISPERINDAG Rokan  Hilir. Pihaknya juga meminta dan menekankan kepada penegak hukum supaya menyelesaikan persoalan ini dan tidak berlarut-larut dalam penanganannya.

Ketika di komfirmasikan oleh awak Media Baranewsaceh.co Via Whatsapp kepada “Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH mengenai hal tersebut Beliau mengatakan masih melakukan penyelidikan, apabila memang ada tentunya kita akan melakukan penindakan”. (AB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed