oleh

Oknum Kasek SD Aceh Tenggara Tinggalkan Tugas Gara-gara Pilkades

banner 300x250
image_pdfimage_print

*Banyak orang bercita-cita jadi PNS  dan Kasek, Tetapi Selamat Sihombing S.Pd tidak menghargai profesinya

*Dimohon kepada Kepala BKPSDM Agara, dan Kadis P & K mengevaluasi kinerjanya

Kutacane(Baranews.Aceh) Oknum Kepala sekolah(Kasek)  SD Negeri  Tanah Baru yang berada di Kampung Bakti Kecamatan Babul Makmur, Selamat Sihombing,S.Pd (SS) meninggalkan tugas sebagai pemimpin di sekolah, gara-gara dia menjadi Panitia pemilihan Kute di desa Tanah Baru Kecamatan Lawe Sigala-gala. Selamat Sihombing,S.Pd menjadi repot dan terbebani  waktu dan kinerjanya gara-gara dia menjadi Ketua Panitia pemilihan Kute(P2K) di desa tersebut.

Pantauan Jurnalis Baranews.Aceh di lapangan, lebih sering Selamat Sihombing datang ke Kantor Camat LaweSigala-gala daripada ke Kantor UPTD Dikbud LaweSigala-gala, karena Calon kepala desa(Pengulu Kute) di desa Tanah Baru punya potensi masalah,sebab Budi Silitonga mencurigai keabsahan Ijazah lawannya Lamhot S, yang berpengaruh dan merembes kepada Panitia.

Hari Rabu, tanggal 29 Agustus 2018 adalah hari pemilihan kepala desa(Pilkades) serentak di Kabupaten Aceh Tenggara, yang dimulai dari jam 08.00-13.00 Wib untuk pencoblosan, dan pukul 14.00 Wib untuk penghitungan suara. Selamat Sihombing,S.Pd sebagai Ketua P2K harus berdiri ditempat(stand by) untuk mengatur Panitia, dan memberikan petunjuk kepada Pemilih; sehingga Dia meninggalkan sekolah dan Guru-guru, dan lebih memprihatinkan menelantarkan anak didiknya.

Kepala Biro Tabloid Mitra Polda,Ronald Sianturi menyayangkan perilaku Selamat Sihombing,S.Pd yang meninggalkan tugas, padahal hari itu bukan hari libur umum ataupun libur pendidikan, dan menghubungi Kabid pendidikan dasar, Nurida,S.Pd tentang ada tidaknya ijin dari Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tenggara, mengatakan bahwa ijin SS tidak ada, yang juga diiyakan Kepala UPTD Dikbud Lawe Sigala-gala, Suhardi,S.Pd.

Dimohon kepada Kepala Badan kepegawaian pengembangan sumber daya manusia(BKPSDM)Aceh Tenggara dan Kadis pendidikan dan kebudayaan untuk mengevaluasi dan menertibkan PNS/ASN  yang nyambi dengan profesi lain. Penelusuran Wartawan media ini di lapangan,Beberapa PNS/ASN menjadi anggota PPS,Rentenir, Agen asuransi, Wartawan, LSM, berbisnis sehingga kurang efektif dan kehadirannya di kantor kurang memuaskan.

Lebih memilukan, ada seorang Ibu di desa Tanah Baru Kecamatan Lawe Sigala-gala yang tidak dapat memilih, karena namanya tidak terdaftar di Daftar pemilih tetap(DPT) mengatakan kepada Panitia pemilihan kute(P2K) desa Tanah Baru dengan “Kalian Panitia Iblis” termasuk didalamnya Selamat Sihombing,S.Pd sebagai Guru,PNS, dan Kepala sekolah SD. Kepala UPTD Dikbud LaweSigala-gala, Suhardi,S.Pd mengatakan kepada Awak media ini, bahwa SS sebenarnya ada tugas diberikan kepadanya tentang PMP(Pengendalian mutu pendidikan-red) yang berpengaruh kepada anggaran dan sertifikasi Guru-guru.

Selamat Sihombing,S.Pd disinyalir melanggar UU no.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (Sisdiknas), PP no.53 Tahun 2010, PP no.11 Tahun 2017 tentang manajemen ASN,UU no.5 Tahun 2014 tentang Aparatur sipil negara(ASN). (P.Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed