oleh

Nurdin Ali, Caleg Hanura yang Kibarkan Kerawang Gayo ke Manca Negara

banner 300x250
image_pdfimage_print


Takengon, Baranewsaceh.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan partai politik peserta Pemilu 2019 mendatang. Sebanyak 20 partai politik telah mengantongi nomor urut untuk berkompetisi dalam Pemilu yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

Masyarakat Indonesia nantinya tidak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden tapi juga legislatif lainnya. Nurdin Ali, Pria berdarah Gayo Kelahiran Kampung Uning, 28 Desember 1965 merupakan salah satu Calon Legislatif (Caleg.Red) untuk DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) 4 mewakili Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah melalui Partai Hanura no urut 2. Suami dari DR.Binahayati yang berprofesi sebagai Dosen UNPAD ini adalah sosok yang syarat pengamalan bekerja dan berorganisai baik level Nasional dan Internasional, seperti IOM, Conservation Internasional dan menjadi Anggota Kadin Amerika Serikat serta sekretaris Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG) periode 2010-2014.

Nurdin Ali yang memiliki latar belakang pendidikan Tehnik Informatika dari ST INTEN Bandung ini selalu konsen mempromosikan “Kekayaan” Gayo ke berbagai Daerah dan Negara diantaranya hasil pertanian unggulan Aceh Tengah Yaitu Kopi yang menjadi magnet untuk para wisatwan berkunjung ke Gayo serta Kerawang Gayo salah satu budaya Indonesia yang telah di tetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya tak benda yang sejak tahun 2014 yang lalu.

Kerawang gayo adalah hasil cipta dan karsa masyarakat gayo sebagai konsep horizontal antara sesama manusia, bentuk ukirannya merupakan ornamen alam yang menjadi symbol dan identitas yang lahir dari cipta dan karsa manusia yang menjadi nilai estitika dalam perilaku kehidupan.

Dalam perbincangan melalui Video Call pada hari Senin 8 Oktober 2018, Nurdin Ali yang saat ini berada di Negeri Paman Sam Amerika Serikat Mengibarkan Kerawang Gayo mengatakan bahwa “ Tujuan saya maju sebagai Calon Legislatif untuk DPRA dari Dapil 4 melalui Partai Hanura yaitu berjuang di parlemen untuk Kepentingan Tanoh Gayo, Baik Itu di bidang Ekonomi, Pendidikan dan Lingkungan.” Lebih lanjut, kata Nurdin Ali “Banyaknya putra-putri gayo yang menempuh pendidikan di luar gayo karena rendahnya mutu pendidikan kita saat ini, begitu juga halnya dengan lingkungan yang harus di perjuangkan agar tetap terjaga, serta perlunya pemetaan pertanian yang komprehensif untuk kesejahteraan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan secara otomatis meningkatkan PAD dari sector ini,” Jelas pria yang pernah sebagai pegawai PT Industri Pesawat Terbang Nusatara (IPTN) selama 13 tahun Mulai Sejak tahun 1990-2003. (Riega)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed