oleh

Natural Aceh Melatih Dosen Akfar Mandiri Dalam Hal Pengabdian dan Abdimas

banner 300x250
image_pdfimage_print

BANDA ACEH, BARANEWSACEH.CO – Menindak lanjuti MoU sebelumnya antara Lembaga Natural Aceh dan Akfar Mandiri, Selasa (2 Oktober 2018), diadakan pelatihan dan sosialisasi tentang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi Dosen Akfar Mandiri Banda Aceh yang bertempat di Aula Akfar Mandiri Tibang Banda Aceh.

Hadir sebagai pemateri ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, M.Pd yang memberikan pelatihan tentang hakikat dan proses pengajuan pengabdian masyarakat di era revolusi industri 4.0 bagi akademisi, ketua cabang Natural Basela Isthifa Kemal, M.Pd tentang prosedur pengajuan penelitian melalui simlibtamas kemristekdikti sebagai bagian dari tri darma perguruan tinggi.

Ns. Imam Maliki, S.Kep selaku Direktur Akfar Mandiri Banda Aceh berharap para akademisi dan dosen mulai saat ini bisa memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat baik itu melalui penelitian maupun pengabdian, jangan hanya berfokus kepada pendidikan dan pengajaran mahasiswa di ruang kelas.

Pelatihan sehari penuh ini diharapkan akan memberikan persepsi dan paradigma baru dalam mengaplikasikan dan pengembangan keilmuwan para dosen agar bisa bermanfaat langsung ke masyarakat.

Saat ini masyarakat kita butuh pengetahuan, pendampingan dan dukungan yang lebih banyak, itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, institusi perguruan tinggi mempunyai andil dalam hal tersebut.

Di akhir pelatihan, para dosen diharapkan segera mempersiapkan proposal dan idenya untuk dikembangkan dan jika mungkin dieksekusi bersama lembaga Natural Aceh. Para dosen juga diajak berkunjung ke Gampong Alue Naga sebagai desa binaan Natural Aceh untuk melihat bagaimana ibu-ibu pencari tiram diajarkan membuat kerupuk berbahan tiram yang sedang dikembangkan oleh Natural Aceh.

“Ini adalah pengembangan riset kedua, dimana sebelumnya kami mencoba membuat model budidaya yang paling cocok dengan kebutuhan para pencari tiram, selanjutnya kami aplikasikan dalam pengabdian dengan mengajarkan para ibu mengolah tiramnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih baik”, ujar Rivan Rinaldi manager program livelihood Alue Naga di sela-sela kunjungan para peserta pelatihan ke gampong Alue Naga. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed