oleh

Natural Aceh gelar Peningkatan Kapasitas Pengetahuan SDGs di Pidie

banner 300x250
image_pdfimage_print

PIDIE, BARANEWSACEH.CO –  FKM BKA YWU melaksanakan Workshop tentang Peningkatan Kapasitas Pengetahuan SDGs serta Pemenuhan Hak-hak Masyarakat terkait SDGs 4, 8 dan 11 di Aula Bappeda Kabupaten Pidie yang diikuti oleh perwakilan institusi dan organisasi di Sigli. Agenda dan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah program yang disetujui oleh negara – negara yang tergabung dalam PBB untuk diimplementasikan di negara-negara anggotanya yang mana salah satunya adalah Indonesia. (Sigli, 20 September 2018).

Tujuan-tujuan ini akan diturunkan ke tingkat internasional ke nasional, dari nasional ke provinsi, dan dari provinsi ke kabupaten/kota. Sejak Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan komitmen agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pihak baik pemerintah maupun bukan pemerintah.

Sehingga pemerintah national dan provinsi mempunyai komitmen yang kuat akan memasukkan indicator-indiaktor SDGs ke dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) namun masih banyak institusi pemerintah, perguruan tinggi, LSM, Ormas, Komunitas bahkan masyarakat yang belum mengaplikasikan serta menjalankan 17 Tujuan dan 169 Target yang tertuang dalam SDGs tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang SDGs.

Puteri Handika, selaku program manager Riset SDGs FKM BKA YWU mengatakan Tujuan utama dari workshop ini adalah menigkatkan kapasitas pengetahuan pemerintah, organisasi dan masyarakat terhadap SDGs serta mengenai hak-hak masyarakat terkait SDGs 4, 8 dan 11 sekaligus mendapatkan data serta informasi sejauhmana selama ini pelaksanaan SDGs 4, 8 dan 11 di Sigli.

Ketua FKM BKA Sigli, Syukri berharap Dinas Sosial tidak perlu takut dan menghindar dari penyandang disabilitas, karena mereka sendiri telah memahami UU No 8 tahun 2016. Saya kecewa karena negara telah mengakui dan memberikan hak kepada kami para penyandang disabilitas namun di jajaran daerah ini seperti diabaikan.

Salah satu kesimpulan yang didapatkan dari workshop ini adalah para peserta workshop berharap ada draft perbup yang memperhatikan hak-hak disabilitas, sehingga diharapkan dana gampong bisa dipakai dan digunakan untuk kepentingan penyandang disabilitas.

Pembicara I

Riris

(Ketua Flower Aceh)

Topik: SDGs dan hak-hak perempuan terkait SDGs 4, 8 dan 11

 

Pembicara II

Zainal Abidin Suarja

(Ketua Natural Aceh)

Topik: pemenuhan hak-hak disabilitas terkait SDGs 4, 8 dan 11

 

Pembicara III

Faisal, Kabid P3M Bappeda Sigli

Topik: pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pernecanaan pembanguna dan pengadaan pemberdayaan yang berkelanjutan

 

Peserta

  1. Bappeda sigli 2 orang
  2. Dinas Tenaga Kerja 2 orang
  3. Dinas Sosial 2 orang
  4. Dinas Perhubungan 1 orang
  5. Kesbangpol 1 orang
  6. FKM-BKA Sigli 2 orang
  7. Pertuni 2 orang
  8. Paska 2 orang
  9. FBA 2 orang
  10. Flower Aceh 2 orang
  11. PEKKA 2 orang
  12. KPI 2 orang
  13. PKBI 2 orang
  14. Kadin 2 orang
  15. Penerjemah Bahasa Isyarat 1 orang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed