oleh

Mutiara yang Luar Biasa, Namun Tidak Terlihat

 


Lhokseuamwe. Baranewsaceh.co – Masih ingat dengan Rizki Hawalaina, duta wisata Aceh Tengah tahun 2012 yang lolos ke final duta wisata tingkat nasional yang di selenggarakan di Jakarta pada tahun 2013? Mungkin sosok beliau sudah dilupakan oleh sebagian orang, tetapi masih banyak juga yang mengingatnya karena dia telah membawa nama Aceh di kancah nasional, Sabtu (8/12/18).

Wanita kelahiran Banda Aceh, 27 April 1994 itu kini telah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Syiahkuala Banda Aceh pada tahun 2017 lalu. Wanita yang akrab di panggil Lena itu memang memiliki segudang prestasi yang membanggakan, tidak heran bila sosoknya kini menjadi inpirasi kalangan anak muda yang ada di Aceh, khususnya Aceh Tengah. Berikut merupakan prestasi-prestasi yang pernah di raih oleh beliau selain menjadi duta wisata Aceh, diantaranya wakil 1 duta bahasa provinsi Aceh tahun 2014, putri citra provinsi Aceh tahun 2015, juara 2 simulasi presenter oleh detak tv unsiyah pada unsiyah fair 2015, mahasiswa berprestasi FKIP Unsiyah 2016, dan juara 1 lomba menulis cerita inspirator Bang Muslim Award ( DPR-RI Fraksi Demokrat ) 2018 se Aceh. Namun, itu hanya segelintir prestasi yang pernah ia raih, masih banyak lagi prestasi beliau yang membuat harum nama Aceh Tengah baik di tingkat Aceh maupun tingkat Nasional.

kini wanita muda yang baru saja menyelesaikan kuliah S1di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unsiyah ini disibukkan dengan aktivitas barunya. “ Saya sedang berusaha merintis beberapa bisnis dan kesibukan di bidang sosial, mengingat saat ini lapangan kerja dan peluang untuk menjadi bagian dari pemerintah itu sudah tidak mudah lagi, jadi bisnis dan komunitas adalah pilihan yang saya coba bangun”.ujarnya. Saat ini Lena sudah mempunyai usaha online shop yang berdiri sejak tahun 2016 lalu sampai sekarang.

Selain itu, Lena juga baru saja membangun sebuah Yayasan yang ia beri nama “ Bima Hawalaina” pada tahun 2018 ini. “Bima berarti Bimbingan Masyarakat, dan Hawalaina di ambil dari bahasa Arab yang artinya di sekitar/sekeliling kita. “Nama Bima Hawalaina ini diajukan oleh ayah saya selaku pembina yayasan”. ujar Lena. Lena berharap bahwa Yayasan ini nantinya mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menuangkan ide-ide kreatif agar masyarakat bisa berkarya baik di Aceh dan diluar Aceh.

Putri pariwisata Indonesia perwakilan Aceh 2013 ini juga sudah membentuk sebuah komunitas yang dikhusukan untuk perempuan bernama Youth Women Movement yang berarti pergerakan perempuan muda. Lena mengatakan bahwa dirinya sudah lama ingin menyatukan visi dan misi para perempuan di Aceh, khususnya di tanah gayo. Lena memiliki ide untuk membentuk komunitas ini sejak pelaksanaan Gayo Art Women 2015 di Banda Aceh. “Saya melihat banyak sekali potensi perempuan khususnya perempuan Gayo.” ujarnya. Lena berharap bahwa kedepannya para perempuan Aceh mulai mencari jati diri mereka, lebih sadar terhadap potensi diri yang dimiliki dan berniat untuk mengembangkannya menjadi sebuah karya yang membanggakan.

Komunitas ini sebagai wadah yang siap menampung ide dan aspirasi dari para wanita yang mau belajar dan berbagi,” harapanya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa, apa yang dilakukan beliau ini belum banyak diketahui oleh orang lain.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed