banner 728x150

Makin Parah, Dewan Ini Minta Bayi Penderita Hidrosefalus Segera Dirujuk ke RSUZA

by

Takengon, Baranewsaceh.co – Muhammad Jafar, salah seorang anggota Dewan Aceh Tengah, besuk Miftahul Jannah. Bayi 25 hari penderita Hidrosefalus (Pembengkakan Kepala-Red), Minggu 1 Oktober 2017.

Kedatangannya di BLUD Datu Beru Takengon, disambut Junaidi-Susi Mayani yang tak lain merupakan kedua orang tua Mifthul Jannah.

Dalam kunjungannya, Muhammd Jafar juga meminta agar pasien segera dirujuk ke RSUZA Banda Aceh mengingat kondisi pasien yang semakin memburuk.

“Kata petugas tadi, kepala pasien semakin membesar, maka saya minta langsung dirujuk, kalau terlambat ditangani takutnya semakin parah,” ujar Muhammad Jafar disela-sela kunjungannya itu, Minggu sore 1 Oktobe 2017.

Politisi muda dari partai aceh (PA) itu juga turut menyerahkan bingkisan untuk kebutuhan keluarga.

Dilain sisi, suasana haru membaluti keluarga itu, pasalnya Junaidi mengaku, sejak buah hatinya dirawat inap di BLUD Datu Beru, belum satupun pejabat daerah yang menjenguknya.

Diberikana sebelumnya, kondisi bayi Miftahul Jannah, penderita Hidrosefalus (Pembengkakan Kepala-Red), semakin memprihatinkan.

Lingkar kepalanya terus membesar dari hari kehari. Pernapasannya tidak menentu. Kondisi tubuhnya juga semakin melemah.

Dokter menyarankan agar bayi itu segera dirujuk ke Rumah Sakit Zainol Abidin (RSZA) Banda Aceh. Namun apalacur, bayi itu dilahirkan dari rahim keluarga miskin.

Perkembangan terakhir dilaporkan, ukuran kepala bayi itu telah mencapai 38 CM. Merangkak naik satu hari sebelumnya dengan ukuran 37 CM.

“Hasil pemeriksaan dokter tadi pagi, katanya lingkar kepala Miftahul Jannah semakin besar 38 CM dari normal 34 CM,” ujar Junaidi.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi bayinya itu, namun faktor ekonomi mengurung niatnya untuk mengabulkan permintaan dokter dirujuk ke Banda Aceh.

Miftahul Jannah, diserang penyakit Hidrosefalus. Ia saat ini dirawat di ruangan NICU BLUD Datu Beru Takengon.

Bayi 25 hari itu merupakan buah hati dari Junaidi-Susi Mayani, warga Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Aceh.

Kepada wartawan, keluarga ini mengaku berprofesi sebagai petani. (Ril/HT).