Muazzinah Yakop : Pakoen Urueng Inong Harus Meupolitik

by

BIREUEN, BARANEWSACEH.CO – Perempuan harus tahu dan memahami politik, karena untuk kesehatan perempuan, untuk ibu hamil, anak-anak, perempuan yang lebih mengerti dan memahaminya terang Muazzinah Yacob B.Sc., MAP, (akademisi) yang diundang selaku salah satu Pemateri dalam acara Diskusi Publik yang selenggarakan Oleh Pemuda Partai Aceh (PPA) Bireuen Minggu, (24-12-2017) bertempat di Aula Hotel Matang Raya.

Dalam paparan materinya, Muazzinah antara lain menyampaikan Dana Desa selama ini digunakan untuk pembangunan fisik, jarang ada Desa yang anggaran dananya itu untuk beasiswa untuk anak-anak dan perempuan.

“Kita berharap, anggota legislatif 30 persen dari perempuan, tak hanya sebagai calon legislatif saja, tapi harus jadi anggota dewan kedepan ,” harapnya.

Ada stigma perempuan tidak boleh berpolitik. jangan memilih perempuan, padahal belum tentu perempuan tidak punya kemampuan dan kapasitas. Bahkan lebih dari perempuan, juga ada yang menyebutkan, perempuan tak boleh jadi pemimpin, “katanya.

“Selain itu, kaum perempuan juga kadang tidak mahu memilih perempuan menjadi anggota dewan, mereka lebih memilih kaum lelaki. Bahkan, ada sebagian dari perempuan yang mempunyai sifat iri dan dengki, ” ungkapnya.

Perempuan harus terjun dalam politik, karena ada beberapa faktor, diantaranya faktor sosial, faktor keluarga, faktor Sumber Daya Manusia yang dimiliki serta faktor pendidikan, “jelasnya

Lanjutnya, perempuan jangan mahu jika dalam partai hanya jadi pelengkap penderita, dipakai hanya karena cantik saja, untuk mencukupi kuota. Tapi perempuan yang terlibat ke-dalam partai politik harus mempunyai sumber daya manusia yang mampu,” imbuhnya

Selanjutnya, perempun harus mempunyai peran domestik, yaitu menjalankan pekerjaan rumah tangga, berkutat didapur, kasur dan sumur.
peran membantu ekonomi keluarga dan peran sosial, dalam bermasyarakat, berkomunitas, seperti ikut arisan.

Disamping itu katanya, Rapat Gampong, harus mengikutsertakan perempuan, jangan didiskriminasikan perempuan dalam pengambilan keputusan Gampong.

Solusinya, pemerintah harus memberikan pendidian politik bagi perempuan di kKecamatan dan Desa-Desa Selain itu, partai politik juga harus dan wajib memberikan pendidikan politik untuk perempuan.

“Yang terpenting, perempuan harus sadar diri sendiri, harus mampu belajar sendiri tentang politik, mencari tahu tentang politik. Jadi keterlibatan perempuan di politik sangat penting, tidak hanya sekedar memberi warna atau pelengkap pemderita semata,” pungkasnya.

Diskusi publik tersebut diikuti seratusan peserta, yang didominasi oleh perempuan dari sejumlah unsur parempuan Partai Aceh, mahasiswi, ormas, OKP dan LSM. (Adam)