banner 1280x334

Motivasi Dakwah Antara Cinta dan Dosa Anak Cucu Adam

by

 

Oleh : Salfina Ulfa

Setelah lama Adam dan Siti Hawa terpisahkan, dipertemukan kembali dibukit Arafah, selayaknya pasangan suami istri yang sudah lama tidak bertemu, timbullah rasa rindu. Lahir keturunan Adam dan Siti Hawa. Setiap kelahiran selalu dikaruniai anak kembar, yaitu laki-laki dan perempuan. Sesudah anak keturunan Adam dan Siti Hawa meranjak dewasa, untuk menambah keturunan lebih banyak sebab Adam dan Siti Hawa adalah manusia yang pertama yang hidup di bumi Allah membolehkan kepada Adam untuk menikahi dari pasangan kembar tersebut.

Qabil menolak dengan keputusan tersebut karena Qabil menyukai kembarannya sendiri yang berparas menarik. Qabil menginginkan kembarannya untuk dirinya sendiri, karena Qabil merasa lebih berhak atas saudara kembarnnya. Turunlah wahyu dari Allah kepada Adam untuk memerintahkan keduanya untuk berkurban, siapa kurbannya yang diterima dia lah yang berhak mendapat atau menikahi Iqlimiya yang berparas menarik. Habil hanya diam diri apa yang telah diputuskan.

Habil adalah seorang yang sangat taat kepada perintah Allah, Habil berprofesi sebagai peternak kambing. Habil memilih kambing yang terbaik yang dimilikinya untuk dia berkurban. Habil berkeinginan supaya kurbannya diterima disisi Allah. Qabil adalah seorang yang dengki dan sombong, Qabil berprofesi sebagai petani dia berkurban dengan seikat gandum yang sangat jelek dari hasil panennya. Qabil tidak peduli kurbannya diterima atau tidak oleh Allah.

Setelah kurban disembahkan, Allah menurunkan api berwarnah putih yang kemudian api tersebut memilih kurbannya Habil sebagai tanda bahwa kurban Habil diterima disisi Allah dan meninggalkan kurban gandum tersebut. Qabil mengancam Habil untuk membunuhnya karena Qabil melihat kurbannya tidak diterima, walau bagaimana pun Qabil tidak ingin Habil menikah dengan kembarannya Iqlimiya yang berparas menarik. Habil hanya diam dan tidak membela diri walaupun melihat kakaknya berniat untuk membunuhnya, bahkan sebaliknya Habil tidak ada berkeinginan untuk melawan.

Habil melakukan tindakan tersebut karena dia khawatir jika melawan akan punya keinginan seperti Qabil yakni ingin membunuh lawannya bahkan adiknya sendiri. Habil anak yang sangat taat kepada perintah Allah, Habil takut dengan dosa. Ketika suatu hari, Qabil meminta izin kepada Adam untuk berburu kehutan bersama Habil. Dengan seizing Adam, Qabil dan Habil tiba dihutan. Qabil memikirkan cara bagaimana cara untuk membunuh Habil. Habil melihat Qabil bertingkah aneh tidak seperti biasanya. Dengan tingkah yang sangat aneh dan penuh dengan ketakutan Qabil menusuk pedangnya ketubuh Habil sampai Habil meninggal.

Kemajuan teknologi berpengaruh besar terhadap perubahan jaman, termasuk dengan berubahan anak jaman sekarang. Bahkan perubahan gaya berpacaran anak muda kini, perubahan gaya pacaran anak muda jaman sekarang cenderung mengarah ke hal yang negative dan beresiko. Pacaran anak muda jaman sekarang memang sudah membahayakan. Bagaimana tidak, bukan hanya atas nama cinta, tetapi sudah masuk ke dalam nama nafsu. Jika dibandingkan antara pacaran anak jaman dulu dan sekarang memang sangat jauh perbedaannya, bagaikan langit dan bumi. Gaya pacaran anak jaman dahulu yang masih terjaga kesuciannya dibanding pacaran masa kini.

Kenakalan remaja jaman sekarang sudah sangat sulit untuk ditoleransi. Pergaulan yang salah justru dengan bangga dipamerkan hanya kesan kekinian belaka. Mengubarnya dengan bangga salah satu dari sekian banyak contoh yang ada. Peran orangtua, guru dan lingkungan sekitar sangatlah penting. Miris rasanya jika melihat anak jaman sekarang sudah mengerti hal-hal yang seharusnya belum mereka ketahui.

Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah resiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi berbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu yang asyik membuai dan melenakan diri kita sendiri.

Allah Maha Mengetahui dan Maha menyayangi. Segala peraturan-Nya dibuat dengan rasa cinta terhadap hamba-hamba-Nya. Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan cinta itu pasti akan membawa ke gerbang perkawinan untuk bercinta lagi dengan seribu keindahannya. Bahkan jika ditakdirkan cinta itu akan terus bersambung ke alam akhirat. Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga tempat pertama yang melahirkan cinta seperti Adam dan Siti Hawa.

Penulis adalah mahasiswa jurusan PMI KESOS fakultas dakwah dan komunikasi Uin Ar-Raniry Banda Aceh asal Aceh barat daya