banner 1280x334

Mengenal Sosok Ketua Generasi Asal Linge (Genali ) Tgk. Irwansyah M.Pd

by


BENER MERIAH, BARANEWSACEH.CO | Tgk. Irwansyah. M.Pd. Lahir Dari Pasangan ASA (bapak) dan Ibu yang bernama, Bintang Meriah. Lahir di Desa Linge pada 5 Juni 1984, kurang lebih 33 Tahun lalu. kedua orang tuanya merupakan Petani Biasa.
Putra kelima Dari tujuh bersaudara ini menyelesaikan pendidikan tingkat SD di Singah Mulo Tahun 1997 lalu pada saat Konflik Aceh sedang berkecamuk, pada saat itu beliau harus berangkat kesekolah setiap hari Dari Desa Alur Cin Cin Enang enang ke SD singah Mulo Kec Pintu Rime Gayo saat ini, Selama Tiga Tahun, Karena beliau Pindah sekolah Dari SD Owaq pada saat naik Kekelas Tiga pada saat itu.

Dengan Penuh Keterbatasan Ekonomi Akhirnya Beliau menyelesaikan Pendidikan Di Tingkat SLTP di MTSN I Takengon pada Tahun 2000 Lalu. Kalau itu dia masih Tinggal dimenasah Almuslim Jalan Lintang (Masjid Almuslim Saat ini). Selama Tiga tahun Sebagai Khadam/Ta’mir masjid & sebagai Pengajar Private from dor tu dor (Guru Ngaji).

Disela sela kesibukanya sebagai Mu’azin beliau juga seorang Ceh Kucak dari club didong Teruna Jaya yang dibina langsung oleh ayah Angkatnya sendiri Alm. M.Aris Dahlan S,Ag,

Sebagai Ceh Kucak Pengganti Seniornya Ceh Seribu Pulo Kabri WaLi.kemudian beliau Melanjutkan Studinya ke Tingkat SMA di MAN 1 Takengon Dan selesai pada Tahun 2004 Silam. Saat itu beliau juga tinggal dimenasah Bale Atu kurang Lebih 3 tahun sebagai Mu’adzin, hal ini dia lakukan semata mata karena kedua orang tuanya tidal mampu membiayai sekolah dan uang untuk kost.,Beliau sangat menyadari keterbatasan Ekonomi kedua orang tuanya sehingga dia harus menjadi Anak yg Mandiri,Dengan suara merdunya beliau sangat happy and enjoy bahkan bangga menjadi Mu’adzin dan sebagai Ceh Kucak kala itu, Beliau juga menyampaikan kepada Media ini, bahwa Sejak Di MTsN – MAN sering mengukir Prestasi seperti Menjadi Juara Satu Menulis dan Membaca Puisi,Lomba Pidato, Pepongoten ditingkat SMP-SMA sekabupaten A.Tengah. Bahkan Beliau pernah mewakili Kafilah Kab.Aceh tengah pada Tahun 2003 Pada MTQ tingkat Provinsi Aceh dikabupaten Aceh Singkil dicabang Fahmil Al-Qur’an.

Pada saat waktu yg bersamaan beliau juga harus membiayai adik Laki-lakinya (Darmadi) yg masuk Sekolah Di SMP Negeri 2 Takengon.

“Sebagai abang Kandung sudah menjadi Tanggung jawabnya untuk Membiayai Sekolah adinya,Meskipun harus memecah Batu ungkapnya kepada Baranews saat wawancara khusus terkait terpilihnya dia sebagai ketua Generasi Asal Linge ( Genali ).
Saya harus mengajarinya Bangun Dipagi hari Dan Langsung Membersihkan Kamar Mandi ataupun Mengepel Menasah…Ya Pokoknya Wajib bekerja dan bekerja yang Ulet..Katanya.

Prinsip yg beliau tanamkan kepada Diri Dan adiknya ternyata membuahkan hasil yangg maksimal,,Ternyata Disamping menjadi Juara Disekolah Putra asal Linge ini Mendapat Undangan Ke Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Pada Tahun 2004 Silam,Dan akhirnya beliau lulus Dengan Di Universitas tersebut dengan Tampa tes.”Lagi-lagi beliau Harus bekerja keras untuk melanjutkan Studi di Tingkat Perguruan Tinggi,Ternyata Kecintaan beliau terhadap masjid tak Pernah Luntur meskipun harus menyeberang Ke Pulau Jawa.

Pemuda Linge ini juga tinggal Dimasjid Kampus UIN Maliki Malang Sebagai Ta’mir/Mu’adzin.Tentu saja menjadi pengurus masjid Dikampus itu human hal mudah, karena harus melalui beberapa seleksi yang ketat,Namun berkat niat yg tulus serta keyakinanya yg kuat beliau akhirnya lulus menjadi Pengurus masjid At-Tarbiyah UIN Maliki degan kapasitas kurang lebih Tiga Ribu jama’ah. Berkat Ketelatenanya Sebagai Mu’adzin/Takmirul masjid kampus,akhirnya Prof.Dr.KH.Imam Suprayogo (Rektor) sangat kagum & sebagai wujud Expresi Pak Rektor, Irwansyahpun Diberikan Beasiswa berupa Pembebasan SPP.

Namun perjuangan Putra Asal Linge ini bukan sampai disini saja,Pada saat Pertengahan Tahun 2004 Silam beliau Mengikuti test seleksi pertukaran Mahasiwa Ke Timur Tengah, Beliaupun Mengikuti program tersebut degan beberapa Kali seleksi, Sunguh beliau sendiri tidak pernah menduga”Ternyata beliau Lulus seleksi Ke Afrika Utara tepatnya Di Negara Maroko ibu kota Rabat. Akhirnya Dipenghujung Tahun 2004 sekitar 24 Desember tahun itu beliau harus Meninggalkan Negara Indonesia menuju Maroko. Kurang lebih 2 tahun beliu berkelana di Benua Afrika sambil study di kampus Ibnu Tufail.

Tidak kalah pentingnya juga Ibu kota Casablanca (Madinatul Baidha’=Putih), disamping Ibu kota ekonomi disini terdapat sebuah masjid yang besar Dan megah orang menyebutnya Masjid Hasan Sani seorang raja Kedua Dari Negara Yang menganut Mazhab imam Malik Tersebut.Madjid yg kokoh ini berada ditengah-tengah Laut yang menjorok Kearah Samudera Atlantik. Konon katanya masjid ini merupakan wujud Kecintaan Dan kesetiaan Raja Hasan II untuk kpd rakyatnya,sehingga beliau membangunya sampai ketengah lautan.

“Hujan Emas Dinegeri Orang,Hujan Batu Dinegeri Sendiri,Enak-Enak Dinegara Orang,Soo Pastilah Lebih Enak Dinegeri Sendiri”(Pepatah) Keindahan,Ketentraman Ibu Kota Kenitra Ternyata Harus menjadi kenangan tersendiri bagi Putra Desa Nasuh-Linge ini, karena dipertengan Tahun 2007 beliau harus bertolak kembali kenegara asal Indonesia.

Kembali Kekota Malang Jawa Timur untuk melanjutkan Study merupakan i’tikad sejak Dari Dahulu, Irwansyah Kembali disambut hangat oleh pak Rektor UIN Maliki Malang,beliaupun kembali ditempatkan dimasjid kampus “At-Tarbiyah”Sebagai Ta’mir.Tahun 2010 Beliau berhasil mencapai Gelar Sarjana Strata Satu konsentrasi Pendidikan Islam dengan predikat Coumlaude.

Berkat keuletanya Dalam mengurusi Masjid Kampus Lagi-Lagi pak Prof imam/pak Rektor nemberi kesempatan kpd beliau untuk mebdaftarkan dirinya Ke Program Pascasarja Dengan programs studi Manajemen Pendidikan.”Dengan Rasa Haru bercampur Gembira air matapun tak terbendung kala itu,Maha kuasa Allah menunjukan kebesaranya Melalui Pak Rektor,yang bersedia Memberikan SPP perdana saat itu.”Benar Kata Nabi SAW, Do’a kedua Orang Tuamu tak mengenal Batas dan Hijab”Berkat Do’a serta keridho’an keduanya Saya tak pernah merasa kesulitan bahkan seluruh urusan berjalan dg Lancar.Sejak dari pertama Sampai Dikota Bunga Tersebut Irwansyah dianugerahi Induk Semang atau Orang Tua Angkat yang Bernama Ama Sjaharuddin Latief Kepala Agraria Pertanahan Kabupaten Malang saat itu. Bersambung…