oleh

Menelusuri Relokasi Pasar Yang Bertolak Belakang Penataan Ruang Kota

banner 300x250
image_pdfimage_print

BARANEWSACEH.CO – Menelusuri fungsi dan peran pasar tradisional yang strategis dalam peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, maka dalam pembangunan sektor perdagangan merupakan salah satu program prioritas yang telah dikembangkan mulai 2004 sampai saat ini merupakan Program Peningkatan Efisiensi perdagangan dalam Negeri.

Program tersebut secara simultan dan sinergis antara stakeholder pemerintah dan masyarakat (pedagang) akan terus dikembangkan untuk memperkuat pasar dalam negeri melalui pemantapan suplai serta menjaga kelancaran dan efisiensi distribusi barang kebutuhan masyarakat diberbagai wilayah tanah air.

Relokasi pasar tradisional menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakan sebagai rasa tanggungjawab kepada publik.

Pemangku kebijakan pun harus melihat berbagai sudut pandang dalam mengambil keputusan. Secara objektif yang dilakukan adalah menempatkan hal tersebut pada tempat yang strategis dan tidak menimbulkan konflik kedepan.

Relokasi pasar tradisional tentu saja bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif tersebut, sehingga pasar tradisional masih tetap eksis ditengah persaingan yang semakin ketat dan secara pendapatpun pasar tradisional merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar.

Pasar tradisional yang terkesan kumuh tidak sesuai dengan penataan kota menjadi salah satu tindakan pemerintah dalam hal merelokasikan. Dalam mewujudkan penataan ruang kota yang baik dan bersih, salah satu pemerintah daerah, Khususnya Kabupaten Bireuen dan yang ada di Aceh saat ini sudah memaksimalkan serta telah menyesuaikannya.

Namun, kurangnya konsep menimbulkan konflik baru dimana beberapa para pedagang yang tidak mendapatkan tempat pada pasar tradisional baru berani mengambil sikap berjualan ikan di sekitar jalan alternatif menuju Rumah Sakit Umum Dr.Fauziah Bireuen. Hal ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah setempat dalam menyikapi masalah tersebut.

Secara peraturan penataan ruang kota itu sudah bertolak belakang sebagaimana mestinya hal tersebut tidak pantas berada disalah satu sudut kota dan merupakan jalan alternatif menuju Rumah Sakit Umum setempat.

Walau relokasi secara kenyataan dan kasat mata berhasil dengan anggaran relokasi yang dinilai bertafsir ratusan juta, pemerintah harus berfikir kembali dengan solusi yang lebih efektif dan efisien. Pada hakikatnya tujuan relokasi yakni agar pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan pada kawasan tertentu dapat terlaksana serta pemanfaatan ruang yang berkualitas dapat tercapai.

Penulis: T. Muhammad Daniel sulaika S.IAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed