Masyarakat Sungai Naniang Kecewa Atas Pembangunan Jalan dan Jembatan

by

Baranewsaceh.co-Lima Puluh Kota – Masyarakat sungai naniang sangat kecewa atas pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan yang tak kunjung selesai yang dikerjakan oleh PT RIAU RANCANG BANGUN bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tahun anggaran 2017 dengan pagu 5.205.383.000.

Jum’at 5/1 Penyul Hasni wali nagari sungai naniang saat dikonfirmasi awak media ini ” kami sangat kecewa atas pekerjaan jalan dan jembatan di desa kami ini,Pasalnya pada saat pembebasan lahan jalan tersebut,Kami bersama tokoh masyarakat bersusah payah untuk penyelesaian pembebasan lahan tanah tersebut agar proyek dari pemerintah segera di kerjakan,Karena jalan yang lama tidak layak lagi dilalui oleh roda 4 dan roda 2.

Tetapi realitanya nihil harapan kami tahun ini bisa selesai dikerjakan agar dapat kami bisa berjalan lancar,Terkait pekerjaan dari pihak rekanan tidak maksimal untuk bekerja,Saya bahkan pernah menghadap ke Dinas Pekerjaan Umum untuk melaporkan proyek tersebut lalai,Bahakan saya sudah menghadap Bupati untuk menyampaikan hasil pekerjaan dari rekanan tidak maksimal.”ungkapnya

Selain itu ketua DPR Kabupaten Lima Puluh Kota,Syafruddin Dt Bandaro Rojo berang melihat kondisi proyek jalan dan jembatan tersebut,Dia meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum agar lebih memperhatikan rekanan yang penuh bertanggung jawab terhadap pekerjaan,Begitu juga dari pihak PU agar pengawasan lebih baik lagi kedepan,Bagi perusahaan yang bermasalah dalam pekerjaan dilapangan untuk tidak ikut dalam tender pekerjaan,ujarnya.

Begitu juga yang disampaikan Norman Sembiring selaku Ka Tim Pengembangan Organisasi Kepengurusan Se_Indonesia Dewan Pimpinan Pusat Tim Oprasional Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia ( TOPAN RI ) ” Rekanan yang mengerjakan jalan dan jembatan tersebut,Harus bertanggung jawab,Sebab jika dilihat dari anggaran dan pekerjaanya itu harus maksimal dan bagus kwalitasnya.

Dan diharap pada para kontraktor yang menjadi rekanan pemerintah,Baik pemerintah Daerah agar bisa lebih konsisten dengan mengutamakan mutu/kwalitas pekerjaan,Ini suatu peringatan keras agar semua pekerjaan di Lima Puluh Kota dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya.

Dan diminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut dapat dibenahi kembali.

Begitu juga seharusnya pihak Dinas PU dapat turun langsung untuk mengawasi dan melihat hasil pekerjaan yang ” super bagus itu ” karena menyangkut menggunakan uang negara,Artinya dana tersebut adalah uang rakyat,Terkait proyek tersebut kami minta dan saya berharap kepada BPK RI agar turun ke lapangan di Desa Sungai Naniang Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota.Ungkapnya. (IM)