oleh

Masyarakat Reje Guru Temukan Bunga Bangkai Yang Tumbuh di Kebunnya

Slide thumbnail

PORTAL MEDIA ONLINE TERKINI

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

PORTAL BERITA ONLINE

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

TERCEPAT DAN AKURAT

MENDORONG PERUBAHAN

BARANEWS ACEH

Slide thumbnail

POLITIK, HUKUM DAN KRIMINAL

BERITA REGIONAL

BERITA NASIONAL

Slide thumbnail

ANTI HOAX

AKURAT

TERCEPAT

Bener Meriah, Baranewsaceh.co – Syeh Ahmad (50) Warga Kampung Reje Guru Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, menemukan bunga bangkai atau bunga yang lebih di kenal dengan nama lain Amorphophallus Titanum, di wilayah perkebunan masyarakat Reje Guru, atau tepatnya di daerah Pilar Jaya Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.
Minggu (08/04).

Penemuan bunga bangkai tersebut berawal ketika Syeh ahmad beserta anaknya M. Yusuf (20) hendak mengalirkan air melalui pipa air ke gubuknya. Tiba tiba Syeh Ahmad merasakan ada sesuatu yang aneh dengan penciumannya.

Semula Syeh Ahmad menduga bahwa ada binatang yang mati dari jenis musang dan babi hutan, akan tetapi setelah di selusuri dan di cari sumber bau, alangkah terkejut Syeh Ahmad ketika melihat bunga yang menjulang tinggi yang dikerumuni lalat hijau, serta menebarkan aroma tidak sedap. Menurut pengakuan Syeh Ahmad baru kali ini dia melihat bunga yang selama ini dikenal dengan nama bunga bangkai.

Baranews Aceh mencoba untuk menelusuri tentang keberadaan bunga bangkai tersebut dan benar adanya. Bunga bangkai tumbuh di kebun Syeh Ahmad aman Ayu di wilayah perkebunan Kampung Reje Guru atau tepatnya di daerah Pilar Jaya kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Untuk dapat melihat bunga bangkai secara langsung, kita harus melewati jalan roket ke arah Pilar Jaya, selanjutnya kita harus berjalan kaki sekitar 300 meter untuk bisa sampai kelokasi di mana bunga bangkai itu tumbuh.

Bunga bangkai yang di temukan terdiri atas beberapa bagian, Seludang dan tongkol daun dan yang menyerupai bunga dengan tinggi mencapai 4 meter.

Merasa aneh dengan keberadaan dan penemuan bunga bangkai. Syeh Ahmad beserta anaknya M. Yusup (20) kemudian memagar areal tempat tumbuhnya bunga yang menrbarkan aroma tidak sedap.(DN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed