oleh

Masyarakat Khawatir Dengan Pipa Gas AS9 CPP Medco E&P Malaka Jalur Alue siwah Serdang Pecah

image_pdfimage_print


Aceh Timur, Baranewsaceh. Co – Salah satu pipa Gas jalur AS9 CPP Pecah di jalur Alue Siwah serdang menjadi tanda tanya masyarakat setempat, dimana perusahaan PT.Medco E&P Malaka yang beroperasi diblok A yang memiliki predikat lisensi Internasional patut dipertanyakan,hal ini dikhawatirkan oleh masyarakat banyak, karena belum Lama beroperasi pipa sudah pecah salah satunya seperti kejadian kemarin dialue siwah,”ujar warga tersebut kepada media ini Rabu (29/8/2018).

Ia menambahkan bahwa Gas H2S sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat lokal, apalagi kejadian kemarin itu tepatnya pada hari Jum’at tanggal 24 Agustus 2018 sekitar pukul 4:30 wib gasnya sampai menyembul tinggi keatas,”kata salah satu warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Padahal pengoperasian pipa gas jalur Alue Siwah tersebut belum lama digunakan,dan ini baru pertama kali terjadi, dan bagaimana bila ini terus terjadi dikemudian hari ditempat lainnya, memang kejadian kemarin tidak menimbulkan Korban jiwa, tapi siapa yang dapat menjamin gas tersebut tidak mengandung H2S dan tidak beracun, pecahnya pipa tersebut sempat menyembul tinggi, dan Gas tersebut tidak terkontaminasi oleh masyarakat yang sedang beraktivitas dikebun mereka atau yang melintasi jalan tersebut saat kejadian,dan sampai kapan jalan tersebut dapat dilewati oleh masyarakat saat ini, dan bagaimana perusahaan dapat bertanggung jawab dalam hal kejadian ini,”pungkasnya.

Dalam memberikan save keamanan kepada masyarakat yang memiliki kebunnya diseputaran jalur pipa gas dimana tersebut meledak akibat dorongan dan tekanan Gas yang begitu tinggi hingga pipanya pecah dan Gas tersebut tidak tergolong dalam gas beracun yaitu H2S,”demikian ujarnya.

Saat dikonfirmasi kepada Humas lapangan Medco E&P Malaka melalui telfon selulernya Hasballah kepada awak media terkait dengan kejadian Pecahnya Pipa Gas jalur AS9 CPP Medco E&P Malaka alue siwah mengatakan bahwa dirinya tidak berhak memberikan keterangan tersebut katanya lebih baik Abang kekantor Medco aja,”demikian ujarnya singkat.

Tidak puas dengan hasil jawaban dari salah satu Humas Medco, awak media kembali menghubungi Humas Medco lainnya Hamid saat dihubungi oleh media melalui telfon selulernya pertama kali diangkat, setelah ditanyakan dari siapa, saya mengatakan dan memberikan bahwa kami dari media, mendengar jawaban tersebut langsung saja hapenya di matikan oleh humas hamid, dan beberapa kali dihubungi namun humas hamid tidak mau mengangkat hemponya sehingga awak media bertanya2 ada apa sebenarnya dengan semua ini. (sss)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed