oleh

Masyarakat Endus Aroma KKN Dalam Pelaksanaan Proyek Dana Desa di Paya Tampah

banner 300x250
image_pdfimage_print

 

Aceh Timur, Baranewsace.co – Warga Desa Payah Tampah Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Tumur mulai mencurigai adanya indikasi korupsi dalam pengelolaan Dana Desa.

Kepada media ini warga setempat berinisial U (48) Rabu (3/10) mengatakan, saat ini kiranya Inspektorat Aceh Timur mau turun langsung untuk mengaudit penggunaan dana desa di Paya Tampah, diduga dalam melakukan perencanaan kegiatan, perangkat desa terindikasi ada unsur menaikkan harga perkiraan diatas harga Pasaran.

Warga mulai curiga karena rincian anggaran biaya disembunyikan oleh TPK, “Sebagai contoh merenopasi jembatan di dusun alur, volume 12 x 3,6 M menggelontorkan dana APBG 2018 hingga 88.834.000 padahal yang belanja barang hanya besi U 4 inci 65 batang tambah 4 lembar besi pelat bunga” kata Udin menjelaskan.

Dapat kami uraikan kata U, Besi Batangan leter U ukuran 4 inci dengan panjang 6 meter harga HET 480.000 di sini kita bulat kan aja harga perbatang dampai tempat 500.000 per batang x 65 batang = Rp.32.500.000 di tambah 4 lembar seng pelat 6 juta jadi belanja modal Rp.38.500.000 potong pajak 12 persen dari belanja modal = Rp.4.300.000
Hak TPK sesuai Perbub 6 persen dari belanja modal 38.500.000 = 2.300.000 ,di tambah lagi upah kerja Rp.10.500.000.
Total rincian anggaran,
Belaja barang 38.500.000
Upah kerja 10.500.000
Pajak 12 persen 4. 300.000 Hak TPK sesui 2.300.000 Jumlah 56.700.000
ini lah dana yang di butuhkan untuk merenopasi Jembatan, pertanyaannya di kemanakan dana sisa lebih anggaran.

Tidak hanya itu, ambil Contoh kedua, kegiatan pembuatan gorong gorong di dusun yang sama menggelontorkan dana hingga 23.000.000, padahal barang yang di belanjakan hanya
30 saz semen x 70.000 per saz sampai tempat, = 2.100.000 di tambah 30 batang besi 12 mm x 100.000 perbatang = 3000.000
Pasir satu dum truc 700.000
Sertu satu dum truc 900.000
Koral satu dum truc 1.300.000
Papan mal plus paku 2.000000
Totol belanja barang 10.000.000
Pajak 12 persen dari belanja barang 1200.000
upah kerja 3000.0000
Hak TPK 6 Persen dari belanja barang 600.000
Total dana yang di butuhkan membuat satu gorong gorong
Belanja modal 10.000.000
Pph, ppn 12 % 1.200.000
Hak TPK 600.000
Upah kerja 3.000.000
Jumlah 14.800.000
Jadi di kemanakan sisanya
berkusar 8000.000 lagi?

Untuk itu kami selaku warga berharap agar penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana desa tersebut hingga tuntas sehingga penggunaan dana desa dapat di perlihatkan dengan jelas harap U.
Keuchik Desa Paya Tampah Suprianto saat di hubungi awak media melalui hp tidak diangkat, diulang beberapa kali hp tetap berdering tapi tidak ada respond, beberapa saat di bel kembali hp diujung telpon sudah tidak aktif. (Nrd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed