Masyarakat Agara Semakin Menderita

by

Kutacane Baranewsaceh.co –Masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) yang berprofesi Petani,Pedagang,Supir,ASN/PNS,dll, semakin hari semakin menderita,karena pengaruh cuaca, ekonomi dan kebijakan pemerintah. Hal tersebut terpantau Jurnalis Baranews.Aceh dilapangan beberapa minggu ini di 6 kecamatan,yaitu Kecamatan Lawe Sigalagala,Kecamatan Babul Makmur, Kecamatan Leuser, Kecamatan Babul Rahmah, Kecamatan Semadam,dan Kecamatan Bukit Tusam.

Beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kehidupan dan perekonomian masyarakat Agara, adalah bantuan Bibit Jagung dari pemerintah yaitu P-35,BISI-2,dan BISI-228 kurang bagus dan menguntungkan Petani, harga Jagung yang drastis menurun dari Rp.3.600,-menjadi Rp.2.900,-; harga Beras yang melambung tinggi dari Rp.140.000,-menjadi Rp.170.000,-; kelangkaan pupuk pada bulan Oktober  sampai bulanNovember 2017 yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu Jagung,Coklat,padi,dan Kelapa sawit.

Hal lain juga yang membuat kehidupan warga menderita,karena dana desa mayoritas belum cair dari 385 desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara,tunjangan lelah(Tulah),dan operasional desa belum turun,sehingga mengakibatkan geliat ekonomi stagnan karena kurangnya kerja padat karya. Juga, dana BOS, tunjangan makan aparatur sipil Negara(ASN/PNS) belum terealisasi,dana rutin Puskesmas belum keluar.

Pemutusan kontrak tenaga honorer dilingkungan pemerintahan Aceh Tenggara juga berdampak pada kehidupan keluarganya,walaupun sekarang ada rekruitmen Tenaga pelayanan khusus(TPK), anggaran APBK defisit,Bupati baru yang baru dilantik bulan Oktober 2017 yang masih menyesuaikan dengan system dan personalia dari pemerintahan lama karena pergantian masih minim,dan kurang harmonisnya Pemkab Agara dengan DPRK Agara.Hal-hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah pusat,pemerintah Aceh, dan Pemkab Agara.(P.Lubis)