oleh

Mantan Atlet Berprestasi Juga Harus Diberi Bonus

image_pdfimage_print
Pengamat politik Indonesian Public Institute, Jerry Massie.

 JAKARTA, BARANEWSACEH.CO – Pengamat Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengungkapkan torehan para atlet Indonesia dalam gelaran Asian Games 2018 adalah prestasi yang luar biasa namun masih banyak hal yang harus dilakukan selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan Jerry dalam diskusi publik bertajuk ‘Satukan Dukungan untuk Menyukseskan Asian Games 2018’ yang diprakarsai oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Jakarta Pusat, Jumat (31/8/2018) lalu.

“Pada Asian Games ke-4 tahun 1962, Indonesia menjadi tuan rumah dan kita meraih 11 emas dan berada di peringkat ke-2. Untuk tahun 2018 ini kita masih berada di posisi ke-4 dengan jumlah medali yang lebih banyak. Apalagi saat ini cabang olahraga dan peserta yang berpartisipasi lebih banyak. Tentu ini adalah prestasi,” kata Jerry.

Di balik prestasi itu, Jerry berpendapat kompetisi olahraga harus terus digalakkan, mulai dari Elementary School, High School sampai University. Pasalnya kompetisi di Indonesia masih sangat kurang.

“Kalau perlu dibangun venue dan sarana olahraga di setiap kampus karena ini akan bermanfaat bagi atlet kita,” ujarnya.

Jerry melanjutkan, bahwa orang Indonesia memilik sifat cepat puas atas satu capaian. Dicontohkannya, jaura All England Praven Jordan/Debby Susanto dan juara dunia lari 100 meter junior Lalu Muhammad Zohri yang terlalu dipuja-puji. Akhirnya di final 100 meter Asian Games dia menduduki posisi ke-8 kalah dari atlet Cina yang meraih emas.

Terkait bonus prestasi yang akan diberikan kepada para atlet, pelatih dan asisten pelatih yang berprestasi, pria berdarah Manado ini memiliki pandangan jauh.

Menurut Jerry, jika memungkinkan bonus jangan hanya diberikan kepada para atlet yang berprestasi di perhelatan kali ini. Mantan atlet peraih medali tempo dulu juga harus diberikan perhatian.

“Yang juga perlu diperhatikan yakni kesejahtraan mantan atlet kita ada banyak yang kehidupan tak layak. Contoh pelari juara Asia 1985 dan juga masuk semi final olimpiaade 1984 Purnomo Listyo. Belum lagi atlet lain, sebut saja petenis peraih emas Asian Games 1982 Yustedjo Tarik Hadiman dan Tintus Arianto Wibowo. Ada lagi perenang handal di era 80-an peraih 3 medali perunggu renang Lukman Niode dan Wirmandi Sugriat, di cabang tinju ada Pino Bahari dan Elyas Pikal,” terangnya.

Sebagai penutup, Jerry Massie sangat mengaharapkan setelah Asian Games sukses maka Indonesia harus menatap olimpiade dan piala dunia.  YE/Indonesiaberita.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed