oleh

“Mahasiswa Jangan Malu Berpolitik”

banner 300x250
image_pdfimage_print

MATARAM, BARANEWSACEH.CO – Kesadaran berpolitik mahasiswa kini mulai memudar. Hal itu terjadi akibat kultur modernisasi dan globalisasi yang cenderung mengikis idealisme. Padahal dalam bentangan sejarah negeri ini, mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan. Karena itu, kesadaran berpolitik mahasiswa perlu ditingkatkan. Mahasiswa jangan hanya kuliah saja, lebih dari itu harus merakyat dan peduli akan kepentingan rakyat.

Demikian dikatakan Bunda Ferdinanda Vera Witomo M. sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil 1 (Kota Mataram) periode 2019-2024, saat berbagi cerita dengan kader muda Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMNasDem) NTB usai istrahat siang dalam agenda “Pekan Orientasi” Calon Anggota DPR RI, DPRD Provinsi & DPRD Kab./ Kota Partai NasDem Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat berlangsung di Hotel Grand Madani Mataram, 06 Oktober 2018.

Berkaca pada sejarah, ujung tombak perubahan khususnya pada dunia politik selalu dilakukan oleh mahasiswa. Sebab, mahasiswa bukan hanya berfungsi sebagai inteletual akademisi, lebih dari itu mahasiswa berfungsi sebagi inteletual sosialis, katanya.

Menurut Ferdinanda Vera Witomo M, mahasiswa perlu memiliki kesadaran politik dan kepedulian terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di sekitarnya. Karena ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak cukup untuk menjawab segala tantangan zaman yang dinamis. Banyak ilmu yang dapat dipetik dari aktivitasnya di luar kampus, meskipun tidak memiki bobot kredit.

Aktivitas pergerakan mahasiswa seperti demonstrasi, orasi, seminar, kongres, pernyataan sikap, tuntutan dan lainnya, sebenarnya merupakan aktivitas politik. Semua itu adalah sarana komunikasi politik lisan dan tulisan. Jadi secara jujur tak bisa dipungkiri bahwa gerakan mahasiswa merupakan gerakan politik.

Namun untuk menyampaikan aspirasi agar didengarkan oleh pemerintah ada mekanisme yang kita lalui, misalnya ada konsep dan rumusan yang jelas supaya bisa didengarkan dan mahasiswa bisa dikatakan sebagai pelopor.

Ferdinanda Vera Witomo M melanjutkan, idealnya gerakan mahasiswa merupakan gerakan moral dan politik nilai, bukan gerakan politik kekuasaan. Karena mahasiswa masih mempunyai tugas akademis dan kaderisasi kepemimpinan di kampus. Dua hal itu akan menjadikan mahasiswa siap sebagai para pemimpin masyarakat yang memiliki konsistensi idealisme seperti ketika masih di kampus.

Sementara itu, Wakil Sekertaris Informasi Dan Database Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMNasDeM) NTB Rikardus Nompa, S.Pd atau lebih akrab disapa Bung Rikardus menilai satu sisi bahwa mahasiswa saat ini masih malu untuk mau berpolitik dan masih pada posisi zona nyaman.

Tambahannya, Mahasiswa tidak perlu lagi apolitis dan anti partai politik, tinggal memilih partai mana yang lebih baik untuk bergabung saja, karena mempertahankan budaya anti partai, sama saja dengan mengizinkan perompak dan penjahat politik untuk menginterfensi kebijakan.

Meskipun negeri ini sudah menemukan pemimpin yang tepat, namun tidak dibarengi dengan kekuatan politik yang mendominasi, realisasi kebijakan yang pro terhadap rakyat akan tetap sulit terlaksana. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed