oleh

Lembaga Leuser Aceh Desak Aparat Untuk Menindak Tegas Pengusaha Galian C Tak Kantongi Izin di Gayo Lues

image_pdfimage_print
Hamsani

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Penambangan batu dan pasir ilegal masih saja marak dI Kabupaten Gayo Lues. Meski belum mengantongi izin dari Pemerintah Daerah, para pengusaha tambang nekat mengoperasikan peralatan berat untuk mengeruk pasir maupun batu.

Maraknya aktivitas Galian C yang dilakukan beberapa pengusaha dan dinilai tidak mengantongi izin. Hal itu membuat  Lembaga Leuser Aceh (LLA) Mamasa mendesak penindakan.

Ketua Lembaga Leuser Aceh (LLA),Hamsani, SE saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (30/08/2018) menerangkan. Harusnya penindakan terhadap pengusaha Galian C yang tidak mengantongi izin segera dilakukan namun aparat terkait  terkesan tidak memiliki nyali untuk menertibkan para pelaku tambang ilegal tersebut.

Menurut Hamsani,  Dinas Terkait juga ikut melayangkan  surat menyurat terkait dan dilakukan penertiban dan ditindaklanjuti.

Hamsani juga menjelaskan yang mengerikan, hingga kini lubang di galian tersebut mempunyai kedalaman sudah mencapai puluhan meter. Banyak sekali ekskavator yang beroperasi di area tambang serta puluhan dump truck yang antre di sepanjang area tambang pasir  di Kabupaten Gayo Lues, ujarnya.

Dia juga mengatakan galian C yang berada di kawasan Gayo Lues yang belum mengantongi izin mengganggu aktivitas warga, karena berisiko rawan longsor dan juga berpotensi erosi saat air hujan datang.  ”Sebenarnya warga tidak setuju dengan adanya penambangan tersebut karena berdekatan dengan perkampungan, bahkan pernah warga berunjuk rasa beberapa tahun yang lalu namun tidak dindahkan, ucap Hamsani.

Selain merusak lingkungan, bekas penambangan liar tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa ada proses pembaruan tanah. Bekas tambang galian C yang sudah tidak beroperasi hanya menjadi sebuah jurang dengan kedalaman mencapai puluhan meter. Oleh karena itu, tambang yang berlokasi dekat dengan perkampungan warga tersebut sangat rawan sekali longsor dan banjir, ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut  Hamsani Meminta kepada pihak terkait agar dapat melakukan  Penertiban dan tidak hanya tinggal diam serta dapat melakukan langkah terpadu dengan jajaran Pemerintah Daerah dan sejumlah pihak terkait sebab pembinaan adalah solusi terbaik. “Kita perlu melakukan pendekatan persuasif agar terbangun kesepahaman yang baik karena kebutuhan material seperti batu juga sangat diperlukan untuk pembangunan,”pungkasnya. (ABDIANSYAH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed