drh.Fandi Akbar : Konsumsilah Daging Sapi Yang Baik dan Sehat di Hari Tradisi Meugang

by
drh.Fandi Akbar

Banda Aceh, Baranewsaceh.co | Konsumsi masyarakat terhadap produk pangan, seperti daging sapi dan ayam cenderung mengalami peningkatan menjelang ramadhan dan Lebaran. Akan tetapi, Dokter hewan drh.Fandi Akbar mengingatkan, hewan merupakan komoditas yang berpotensi sebagai media pembawa agen penyakit menular yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Oleh karena itulah, sebagai konsumen tentunya kita harus dapat memilih dan memilah produk yang laik untuk dikonsumsi. Jadilah konsumen yang cerdas dengan teliti sebelum membeli.ujar dokter hewan alumni Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah Aceh ini dalam sosialisasi edukasi keamanan mengonsumsi   daging kepada warga Aceh khususnya warga Kota Banda Aceh, Kamis (25/5).

Menurut dokter Fandi,Kesehatan masyarakat veteriner(kesmavet) bagian penting dari aktivitas masyarakat karena merupakan rantai penghubung antara bidang pertanian dan kesehatan manusia berkaitan dengan pengobatan, pengendalian, dan pencegahan zoonosis (infeksi yang ditularkan di antara hewan dan manusia atau sebaliknya), serta penyakit yang ditularkan melalui makanan (food-borne diseases/). ”Bidang ini memengaruhi dan dipengaruhi oleh ilmu kedokteran hewan yang diterapkan dalam rangka untuk mencegah penyakit serta melindungi kesehatan manusia,” ucapnya.

Agar tidak salah dalam memilih dan mengonsumsi daging, kata drh.Fandi, konsumen harus mengetahui kualitas dagingnya, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Faktor penentu kualitas daging pada waktu hewan hidup adalah cara pemeliharaan yang meliputi pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan, dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.

Drh.fandi lantas merekomendasikan sosialisasi ketersediaan daging sapi aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Sosialisasi daging sapi ASUH bukan saja diperuntukkan bagi pihak-pihak terkait penanggung jawab ketersediaan daging sapi ASUH di masyarakat dan peternak sapi potong, melainkan juga sampai pada tingkat konsumen.

Tak lupa, drh.Fandi memberikan beberapa tips memilih daging sapi yang ASUH. Salah satunya adalah dengan memilih daging sapi yang baik, berwarna merah, dan segar. Selain itu, warna daging juga tidak pucat dan tidak kotor. “Daging berkualitas baik mempunyai rasa gurih dan aroma yang sedap,” jelas dia.

Selain itu, daging sapi yang segar memiliki tekstur yang terasa kenyal. Daging yang segar juga memiliki aroma yang segar pula atau dengan kata lain memiliki bau khas sapi. Sementara, daging yang busuk akan menimbulkan bau busuk atau asam. Ia juga menyarankan agar masyarakat membeli daging yang tidak berair karena jika berair artinya daging tersebut sudah berada cukup lama di udara bebas. ”Pastikan Anda membeli daging dari penjual atau supplier daging yang mempunyai izin halal,” pesan drh.Fandi kepada masyarakat.

Bagi drh.Fandi Sosialisasi seperti ini segala upaya tersebut, yang tak lain untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi pangan, khususnya daging agar bebas dari suatu penyakit. (Fadhli)