banner 728x150
banner 1356x354

Komunikasi Efektif Oleh Penyuluh Pertanian

by
Mukhlis, S.Pt.,M.Ec.Dev- Widyaiswara Muda di UPTB Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aceh

BARANEWSACEH.CO – Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

Terlihat adanya informasi, ide, perasaan dari ke dua belah pihak antara penyampai (komunikator) dengan penerima (komunikan) dan harapannya terjadi perubahan perilaku, keahlian serta sikap (PKS). Jika kita menginginkan petani mau merubah PKS nya dalam bercocok tanam, beternak, dan perikanan serta mengusahakan hasil kehutanan dari pola, teknis dan cara tradisional menjadi lebih baik dan modern harus dengan komunikasi yang efektif tentunya.

Menyampaikan sesuatu hal oleh penyuluh yang sifatnya masih baru dan menambah pekerjaan bagi petani harus dengan strategi yang akan mengundang keinginan untuk mendengar dahulu, kemudian melihat dan sampai kepada berkeinginan melakukan seperti yang diharapkan. Analisa usaha merupakan salah satu strategi jitu yang dapat digunakan, sebab tidak ada orang yang tidak mau mengikuti sesuatu yang hal tersebut menguntungkan bagi mereka.

Jika secara nilai ekonomis telah diketahui oleh petani dan menguntungkan, strategi berikutnya tinggal menjelaskan tentang cara melakukannya. Disini perlu diperhatikan mengenai kemampuan serapan materi yang disampaikan, karena akan berdampak kepada salah dalam aplikasi dilapangan seandainya ada satu cara yang tidak dipahami secara baik oleh mereka.

Tujuan akhir penyuluhan pertanian adalah meningkatnya pendapatan dan terwujudnya kesejahteraan petani. Semuanya akan menjadi kenyataan apabila memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Media tanam (tanah, air, angin dan lain sebagainya) yang dapat memenuhi semua kebutuhan tanaman;
  2. Kondisi iklim/ cuaca yang cocok dengan tanaman yang akan diusahakan;
  3. Penggunaan bibit unggul spesifik lokasi;
  4. Pemakaian pupuk dan obat-obatan yang sesuai dosis/kebutuhan tanaman;
  5. Pengelolaan yang intensif dan sesuai standar budidaya pada tanaman tertentu.

Melihat banyaknya faktor yang harus diperhatikan, makanya jangan ada yang tidak dilakukan oleh petani yang ingin menerapkan seperti yang kita ajarkan. Seandainya contoh perlakuan yang kita peragakan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) ada yang dilewatkan dengan berbagai alasan, maka akan berdampak kepada hasil yang tidak memuaskan.

Sesuatu yang lebih baik tentunya diusahakan harus dengan baik pula, seperti penggunaan bibit unggul, pupuk berimbang, obat-obatan yang ramah lingkungan dan lain sebagai. Tuntutan budidaya yang begitu terasa rumit dengan berjalannya waktu akan terbiasa dan menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan dan mudah  serta tidak susah lagi.

Mudah-mudahan penyuluh pertanian dapat melakukan komunikasi efektif saat memberikan penyajian dalam pertemuan dengan petani. Tentunya dengan pelayanan yang adil dan pemberdayaan yang mandiri serta pembangunan yang mensejahterakan semua petani kita. Aamiin 3X

  • Mukhlis, S.Pt.,M.Ec.Dev- Widyaiswara Muda di UPTB Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Aceh, Jalan Banda Aceh- Medan Km.72. HP 081210043133
banner 300x250