Khaidir Abdurrahman, Anggota DPRI Ajak Masyarakat Ikut KB

by

Aceh Tamiang, Baranewsaceh.co – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)bersama Anggota Komisi IX DPR RI Khaidir Abdurrahman, S.IP di Gedung Serba Guna THR Kecamatan Manyak Payed, Minggu (15/10/2017).

Khaidir Abdurrahman dalam materinya mengatakan bahwa program KB itu bukan hanya mengatur kelahiran, tetapi bagaimana memberikan kualitas yang baik kepada anak, sejak ia lahir, hidup hingga menghadap Allah nanti.

“Banyak anak tidak dilarang, yang penting anak yang lahir mendapat kualitas hidup yang layak,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Khaidir Abdurrahman, S.IP dalam materinya.

Menuju ke arah keluarga bahagia dan berkualitas, lanjut Khaidir, para orang tua mesti siap, baik secara pengetahuan, maupun kualitas hidup.

“Kalau ibunya saat hamil cuma nyanyi saja, kelak anaknya jadi biduan. Tapi kalau ibunya sering baca Alquran saat hamil, maka anaknya pun kelak menjadi anak yang saleh dan saleha,” ungkapnya

Khaidir Abdurrahman berharap, masyarakat yang ikut sosialisasi tersebut dapat mensosialisasikan kembali apa yang telah didapat kepada masyarakat.

Pemateri lainnya, Kabid Adpin BKKBN Aceh, Faridah, SE,. MM, dalam meterinya menjelaskan bahwa program KB bukan hanya alat kontrasepsi semata sebagaimana yang dipikirkan masyarakat saat ini. Program KB juga mencakup kualitas kehidupan anak nantinya.

“Menjaga pola kehidupan anak dan menjaga anak dari apapun yang dapat merusak mereka, adalah bagian dari program KB,” ungkapnya.

“Terutama di era teknologi ini, jika anak tidak diawasi dengan gadgetnya, maka kelak akan sangat merusak mereka,” sambung Faridah.

Keuchik Gampong Tualang Baro, Zulkarnain dalam sambutanya mengatakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Khaidir Abdurrahman, S.IP yang telah berhadir di gampong tersebut.

“Mohon maaf bila tempat yang kami sediakan sangat sederhana, serta pelayanan yang belum memadai,” ungkapnya.

Kegiatan bertemakan “Penguatan Komunikasi untuk Mewujudkan Keluarga Kecil, Bahagia, Sejahtera dan Berkualitas” ini dihadiri oleh 250 orang peserta dan muspika setempat.  (HI)