Ketika Bungkamnya Loyalitas Keadilan

by
Iskandar

Opini!
Iskandar

Loyalitas tertinggi hanya dimiliki oleh para pejuang-pejuang Kebenaran. Begitu banyak percikan peng-khianatan yang keluar begitu saja dari mulut-mulut Pemuja kefasikan dan kemunafikan. Karena pengikutnya mulai menyimpang dari jalur yang benar dan seolah-olah suci, yang ditutupi dengan slogan-slogan kebenaran.

Benarkah, kebenaran mengorbankan Rakyat Banyak, dan lebih mementingkan egoitis struktural. ? Apakah dibumi ini hak untuk hidup hanya untuk mereka yang memiliki status atau Kapasitas tertentu. ? apalagi mereka merasa diri paling berjasa. sehingga trik-trik kezaliman sudah terang-terangan di Pertontonkan kehadapan Public dengan latar belakang sandiwara.

Namun, ada apa dengan para pejuang kebenaran yang ada di Negeri mulia ini, apakah mereka masih hidup atau sedang menikmati kesurian jiwa milihat dan membiarkan tangan-tangan jahil membolak-balikkan Fakta kebenaran sejarah yang saban hari diperteli dan pelintir dengan simbol-simbol modern yang terkesan dialih fungsikan kedalam istilah “primitif” yang telah menjadi trand dalam bahasa sehari-hari.

Kemana pejuang keadilan di Negeri yang berdaulat ini? Dimana mereka sekarang berada, Apakah mereka juga sudah terjebak kedalam sandiwara yang sedang dipertontonkan oleh sebahagian kelompok Kaum Benalu “Geureuda” (Buloe), sehingga mereka diam dengan kebisuan hati yang dihadang oleh kemunafikan nyata yang diperankan oleh orang-orang terpelajar.

Bukankah keadilan yang diperjuangkan merupakan interpretasi dari Penindasan, kekerasan materil dan moril serta Pembunuhan yang telah direncanakan untuk menghapuskan sebuah Bangsa yang Mulia ini, bahkan kekerasan Perang berkempanjangan yang belum mendapatkan tolak ukur dan keadilan yang nyata bagi seluruh rakyat Aceh.

Dalam proses memperjuangkan keadilan terkadang terlihat adanya percampuran antara keinginan dari hati Nurani yang ikhlas, dan kemudian lahir dari sekelompok orang yang memamfaatkan perjuangan tersebut untuk mencari kesejahteraan pribadi (Personal) dan menghasilkannya dalam beberapa opsi (pilihan) salah satunya dengan menjual Nama Perjuangan itu sendiri. yang sangat tidak humanis jika dilihat dari kondisi demografis kita “Aceh” sekarang.

Apakah penyebab munculnya huru-hara hanya disebabkan oleh single faktor atau multifaktor? Jika multifaktor darimana pembenahan itu harus dimulai? Sepuya Keadilan sejati akan dirasakan oleh seluruh Rakyat Aceh.