oleh

Kerjasama Pemkab Aceh Tengah Dengan Pemkot Bandung, Tingkatkan Pelayanan Publik

image_pdfimage_print

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq

Kota Bandung merupakan salah satu pemerintah kota yang saat ini telah berhasil dalam penerapan system pemerintahan berbasis digital (e-Government) di semua sektor pemerintahan. Penerapan e-Government inilah yang membuat pelayanan public di pemkot Bandung saat ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Sistem ini dapat berjalan karena didukung oleh sumberdaya aparatur yang meiliki skill yang sangat memadai di bidang aplikasi teknologi informasi. Dalam bidang tata ruang perkotaan, Kota Bandung juga telah memiki sistem penataan dengan konsep Smart City. Demikian juga dalam pengelolaan sumberdaya ekonomi, sudah tertata dengan apik, sehingga pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakatnya juga ikut terangkat.

Keberhasilan tersebut yang kemudian membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tertaris untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung dalam hal pengelolaan pemerintahan dan sumberdaya ekonomi. Setelah melalui berbagai pendekatan beberapa waktu yang lalu, Selasa (30/10/2018) kemarin, kedua pemerintah daerah ini sepakat menjalin sebuah kerjasama. Memorandum of Understanding (MoU) kesepakatan kerjasama tersebut, kemarin ditanda tangani oleh Walikota Bandung, H. Oded Muhammad Danial, SAP mewakili pemerintah Kota Bandung dan Wakil Bupati Aceh Tengah, H. Firdaus, SKM mewakili pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, bertempat di Pendopo Walikota Bandung. Dalam MoU tersebut kedua pemerintah daerah sepakat untuk bekerjasama dalam hal alih pengetahuan (skill sharing) dan alih pengalaman (best practice) antar aparatur dalam rangka mengoptimalkan peotensi sumberdaya yang dimiliki oleh kedua daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam nota kesepakatan kerjasama tersebut juga disebutkan bahwa secara rinci lingkup kerjasama itu meliputi alih teknologi dalam pengembangan Smart City, penerapan e-Government, pengembangan dan promosi kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif serta pengembangan pangan dan pertanian. Sebagaiamana kita ketahui bahwa Kabupaten Aceh Tengah dan Kota Bandung sama-sama memiliki potensi kebudayaan, pariwisata dan pertanian, namun dalam pengelolaannya, Kota Bandung sudah lebih maju. Untuk itulah melalui kerjasama ini, diharapkan potensi sumberdaya yang ada di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah bisa tergali lebih optimal.

Dalam sambutannya usai penandatangan MoU, Walikota Bandung, H. Oded mengungkapkan bahwa meskipun banyak hal yang bisa dikerjasamakan, namun kabupaten/kota harus memilih skala proritas kerjasama sehingga  hasilnya lebih optimal.

“Masing-masing daerah punya potensi sumberdaya dan itu dapat dikelola dalam bentuk kerjasama, namun karena banyaknya potensi, kita harus memilih skala prioritas yang paling urgen bagi pemerintah kabupaten kota masing-masing, dengan demikian capaian kerjasama bisa lebih optimal” ungkap pengganti Ridwan Kamil ini.

Ditindak lanjuti dengan kerjasama teknis.

Untuk tahap awal, kerjasama ini langsung diwujudkan dalam bentuk kerjasama teknis dalam bidang pengembangan Smart City dan penerapan e-Government. Dihadapan kedua kepala daerah, nota kesepatan kerjasama tersebut, kemarin juga telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo, H. Harun Manzola, SE, MM, sementara Pemerintah Kota Bandung juga diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo, dr. Ahyani Reksanagara, M Kes. Dalam hal pengelolaan sistem pemerintahan berbasis digital, memang Dinas Kominfo merupakan intansi yang paling berkepentingan. Diharapkan melalui kerjasama ini aka nada transfer teknologi dan skill dari aparatur pemerintah Kota Bandung ke aparatur pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Usaia penanda tanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut, Walikota Bandung mengungkapkan bahwa untuk selanjutnya dapat dilakukan kerjasama teknis lainnya antara Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dari masing-masing pemerintah daerah sesaui dengan bidang dan lingkup kerjanya, misalnya di bidang budaya, pariwisata, pertanian dan sebagainya. Dalam kerjasama ini Pemerintah Kota Bandung akan memberikan bantuan teknis secara gratis, tentunya sesuai dengan syarat-syarat yang telah disepakati.

“Alhamdulillah, kami memiliki sumberdaya aparatur yang punya kelebihan dalam pengelolaan pemerintahan, itulah sebabnya kami ingin berbagi dengan teman=teman di daerah lain untuk dapat menerpakan teknologi dan sistem yang telah kami terapkan selama ini dan terbukti telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat” lanjut Walikota.

H.Oded Muhammad Danial yang kini menduduki kursi Bandung ini juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten/kota lainnya untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah Kota Bandung.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dari teman-teman dari kabupaten/kota yang telah berkenan menjalin kerjasama dengan kami, Insya Allah kami akan memberikan bantuan teknis ini secara gratis, tentunya sesuai dengan syarat-sayarat yang telah tertuang  dalam nota kepakatan” pungkasnya.

Dilain pihak, Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus juga merasa bersyukur bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah Kota Bandung, ini merupakan peluang sangat berharga bagi pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk meningkatkan kualitas, kapasitas dan kompetensi aparatur di lingkup pemkab Aceh Tengah dalam rangka meningkatkan pelayanan public dan mensejahterakan masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten Aceh Tengah, kami merasa bersyukur dan menyampaikan rasa terima kasih atas peluang kerjasama dengan pemerintah Kota Bandung ini, ini merupakan peluang berharga bagi kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kapasitas aparatur di daerah kita” ungkap Firdaus.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kadis Kominfo Aceh Tengah, Harun Manzola yang juga ikut berperan dalam kerjasama tersebut. Bagi Harun, selain peluang, ini juga merupakan tantangan bagi aparatur pemerintah di daerahnya, karena dia mengakui bahwa sampai saat ini kualitas sumberdaya aparatur pemerintah di Kabupaten Aceh Tengah masih perlu dibenahi.

“Kerjasama ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi aparatur pemerintah di daerah kita, harus ada kemauan kuat untuk belajar dan berubah mindset, itu tantangan buat kita, kalau kita mau dan mampu, maka daerah kita akan maju, tapi kalau kita enggan belajar dan mengadopsi teknologi, kita kan terus tertinggal’ ungkap Harun melalui telepon selulernya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed