Kemiskinan Berawal Dari Mana…?

by
Arianda Mahasiswa Sosiologi

Oleh : Arianda Mahasiswa Sosiologi

Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar,ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. (sumber:https://id.m.wikipedia.org/wiki/kemiskinan).

Apa yang kita bayangkan pertama kali jika kita berbicara tentang kemiskinan? Pasti yang terlintas pertama kali di pikiran kita adalah tentang ketidakmampuan atau ketidaksanggupan dalam segi ekonomi. Kemiskan dapat kita liat dilingkungan sekitar kita dan dapat kita amati sendiri dalam persfektif masing masing.

Percayakah anda bahwa kemiskinan itu berawal dari salah asuh ? kenapa penulis katakan seperti itu, pernahkah anda melihat rentetan kemiskinan sebuah keluarga, dari nenek sampai cucunya, perekonomian  mereka tetap berada dalam garis kemiskinan. Pertanyaan nya kenapa bisa terjadi fenomena seperti ini, apa yang salah ? yang salah siapa? Disini penulis tidak akan menyudutkan seseorang atau siapa yang salah, disini penulis hanya akan menjelaskan sedikit apa yang membuat kemiskinan tetap bertahan.

Penulis akan melihat dari segi bersekolah antara anak dengan keluarga berekonomi lemah dengan anak orang kaya. Kita lihat tentang faktor yang bisa membuat anak berhasil dalam bersekolah, yaitu ada dua faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam bersekolah yaitu faktor kognitif dan faktor non kognitif.

Apa itu kognitif? Dalam kajian konsep-konsep utama dari kognitif sosial, ini mengaitkan dengan proses modelling, contohnya, jika seorang ibu mengajarkan anak bagaimana cara memakai baju kemeja pada anaknya, berulang kali sampai anaknya bisa memakai baju, proses ini mempengaruhi otak anak untuk belajar. Maka proses ini disebut sebagai proses modelling, sebagai proses peniruan interpesonal. Dan pengertian Non kognitif bagaimana mempasilitasi dari kegiatan kognitif tersebut.

Perbedaan orang miskin dan orang miskin dalam parinting stlye tentang bagaiman mendidik dan mempasilitasi anak dalam bersekolah khususnya dalam hal ini. Perbedaannya anak orang kaya mengajarkan anaknya belajar bahasa inggris dan bisa mempasilitasi anaknya untuk ikut kursus atau les privat, tetapi apa yang terjadi pada orang miskin? Yang terjadi adalah tidak berjalannya faktor non kognitif orang tua tidak bisa mempasilitasi anaknya. Ini merupakan salah satu rahasia dari awetnya kemiskinan berkepanjangan. Anak tidak bisa keluar dari kemiskinan, disini perlunya kebijakan pemerintah dalam memfasilitasinya.

Orang miskin adalah orang-orang yang takut mengamil keputusan/resiko, orang miskin merupakan orang yang mempunyai kognitif terlalu banyak. Antara inovasi dan resiko, mereka sering takut mengambil keputusan. Mereka tidak mau dipusingkan dengan prosedur keuangan. Tidak banyak orang bisa keluar dari garis kemiskinan jika mereka tidak merubah parinting style, top model yang salah, mengidolakan orang yang salah. Kebiasaan ini membuat seseorang kehilangan kemampuan kemanusian nya yaitu untuk belajar dan berkembang.

Kesulitan uang akan menyebabkan kesulitan berpikir kenapa bisa contoh kecil jika anda lapar maka anda pemikiran anda akan dangkal, yang akan menciptkan frame kemiskinan dalam masyarakat.

Tentu saja ini bukan hanya tugas satu orang atau kepala keluarga kepada anak-anaknya, tetapi pemerintah juga berperan penting dalam mengurangi kemiskinan. Bukan maksud untuk menceramahi pemerintah, tetapi dalam membuat kebijakan dalam memberantas kemiskinan penulis memberi sedikit masukan atau solusi dalam membuat sebuah kebijakan untuk orang miskin;

Frame pemikiran

Alternatif keputusan

Micro finance

Menyederhanakan prosedur keuangan ( orang miskin tidak mau direpotkan oleh prosedur keuangan yang rumit)

Mendekati secara emosional

Membantu mereka dalam setiap keadaan

Ini hanya sekedar masukan tidak ada unsur untuk menasehati atau mengajari pemerintah dalam membuat sebuah kebijakan. Tolong masukan dan saran jika ada kesalahan.(Redaksi).