Kejari Gayo Lues Limpahkan Kasus Korupsi Kantor Lingkungan Hidup

by

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – Kejaksaan Negeri Gayo Lues, melimpahkan kasus dugaan korupsi Kegiatan Pengadaan dan penanaman Bibit Tanaman pada Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues senilai Rp 2,5 miliar yang menggunakan dana APBK Gayo Lues dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2013, ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Kasus tersebut melibatkan S, Kontraktor Kegiatan Pengadaan Bibit Tanaman tersebut “Kasus S  dilimpahkan ke pengadilan dan di pindahkan dari Cabang Rutan Blangkejeren  pada Rabu  (27/09/2017),” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gayo Lues  Agung Ardiyanto,SH. MH, melalui Kasi Pidsus Rajesh Khana, SH.

Terdakwa S ini dinyatakan sudah memenuhi berkas perkara untuk disidangkan. “Kami limpahkan perkara ini agar dapat disidangkan,” Kata Rajeh Khana, SH, Selasa  (27/09/2017).  tersangka ini dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 dengan hukuman minimal empat tahun penjara. Kata Kasi Pidsus Rajesh Khana, SH.

Ia menyebutkan, dalam kasus ini, ketika ditanya terkait kemungkinan jumlah tersangka bertambah, kasi Pidsus mengatakan, tidak menuutup kemungkinan ada tersangka lain, ujarnya.

Baca : Kejari Gayo Lues Dalami Tersangka Baru di Kasus Korupsi Pengadaan Bibit Tanaman Pada Kantor Lingkungan Hidup

Baca : Kejari Gayo Lues Tahan Satu Tersangka Korupsi Kasus Pengadaan Bibit Tanaman Kantor Lingkungan Hidup

Terdakwa  kasus korupsi Pengadaan Bibit Tanaman  tersebut telah ditetapkan sebanyak 2 Orang FS dan S Sebelumnya Mantan Kepala Lingkungan Hidup  Gayo Lues yang telah dilakukan penahanan lebih dari satu bulan  oleh Polres Gayo Lues bahwa semua  barang bukti dan tersangka   telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Gayo Lues Selasa (07/03/017) . Tersangka FS (39)  ditahan atas dugaan perbuatan dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan 12 jenis bibit tanaman di Kantor Lingkungan Hidup Gayo Lues yang berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Aceh yang dilansir beberapa waktu lalu kerugian negara mencapai Rp. 1,8 Milyar (J.Porang)