oleh

Keinginan Membangun Daerah Berdasarkan Potensi Dan Peluang Dengan Pemanfaatan Dana Desa

-HEADLINE, OPINI-509 views

Potensi merupakan sebuah anugerah Allah Swt yang diberikan kepada kita untuk dipergunakan sepenuh nya bagi kemaslahatan dan kemakmuran umat manusia. Menjaga dan mengelolanya dengan baik adalah sebuah kewajiban semua kita demi kelestarian kehidupan di muka bumi.

Peluang yang tercipta dalam perjalanan hidup manusia tidak terlepas dari berbagai masalah yang terdapat dalam kehidupan ini. Setiap masalah atau kendala akan menimbulkan peluang dan kesempatan bagi kita untuk mensikapinya, seperti masalah permintaan komoditas pertanian organik yang terus meningkat seiring  dengan peningkatan pendapatan dan taraf hidup keluarga di zaman milenial sekarang.

Dua hal ini (potensi dan peluang) penting sekali dijadikan sebuah alasan yang kuat untuk dijadikan alat bukti sebagai dasar melaksanakan upaya membangun daerah dilihat dari semua sisi. Tidak terkecuali di daerah seperti di desa/ gampong bate shok kecamatan suka karya kotamadya sabang, tepatnya pada tanggal 25 desember 2018 telah dilaksanakan pelatihan tentang penyusunan dan pembuatan pakan ayam kampung petelur dan pembuatan silase dan urea mineral blok (UMB) sebagai pakan dan sumber mineral bagi sapi jantan penggemukan (sapi potong). Dari semua peserta (30 orang ) terlihat sangat serius mengikutinya sampai dengan selesai nya acara.

Adapun dasar pelaksanaan kegiatan tersebut adalah dokumen anggaran gampong dan surat keputusan keuchik/ kepala desa yang disikapi oleh panitia dengan berbagai macam/ ragam administrasi yang sesuai dengan amanah aturan yang berlaku sehingga terlaksana kegiatan dengan baik dan tertib administrasi. Karena sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap aparatur dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya yaitu dasar hukum pelaksanaan program/ kegiatan, administrasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku dan realisasi anggaran untuk pelaksanaan program/ kegiatan yang dimaksud.

Potensi gampong bate shok adalah ditetapkannya sebagai daerah percontohan pertanian dan peternakan oleh pemerintah kotamadya sabang, sehingga terfikir oleh pengurus badan usaha milik gampong (BUMG) untuk menggunakan dana desa sebagai pendorong pembangunan daerah dengan melaksanakan kegiatan pelatihan tentang pembuatan pakan ternak ayam kampung dan pakan ternak sapi.

Mengapa kegiatan pelatihan ini yang menjadi pilihan utama oleh pengurus BUMG? alasannya karena sudah dilakukan studi kelayakan bisnis tentang ayam kampung ( telur ) dan sapi (daging) merupakan usaha yang layak untuk diusahakan dan menguntungkan. Juga keinginannya supaya kedepannya gampong memiliki sebuah usaha ekonomi produktif yang mampu memberikan kontribusi positif, seperti usaha ayam kampung petelur dan penyedia sapi potong.

Efek ganda (multy player effect) dari kegiatan pelatihan tersebut adalah dengan merubah maindset (pola pikir) untuk menyamakan persepsi dan menstimulan/ meransang masyarakat gampong supaya mau mendukung upaya pengurus dana BUMG mewujudkan usaha ekonomi produktif ayam kampung petelur dan usaha penggemukan sapi. Juga kepada peserta pelatihan untuk mau berusaha membuka peternakan ayam kampung petelur atau usaha sapi potong secara mandiri.

Tahun 2019 ini harapannya gampong bate shok bisa merealisasikan sebuah kegiatan ekonomi produktif tersebut dengan kapasitas 1000 ekor ayam kampung dan 10 ekor sapi penggemukan. Kebutuhan modal nya diperkirakan sebesar Rp150.000.000 untuk peternakan ayam kampung dan Rp150.000.000 untuk peternakan sapi potong.

Dari usaha ayam kampung petelur diasumsikan akan diperoleh keuntungan sebesar Rp750.000/ hari atau Rp22.500.000/ bulan, dimana perhitungannya adalah pakan yang dibutuhkan sebanyak 80 Kg (80 gr/ekor) dengan harga pakan sebesar Rp7.000/ kg sehingga Rp560.000/ 80 kg. Prediksi telur yang akan didapat yakni 45% x 1000 ekor= 450 butir dan Rp3.000/butir  sehingga didapat hasil Rp1.350.000 – Rp560.000 = Rp790.000/ hari (bersihnya ±Rp750.000/ hari).

Dari usaha sapi pedaging/potong diasumsikan didapatkan keuntungan sebesar Rp3.000.000/ 3 bulan x 10 ekor = Rp30.000.000/ 3 bulan. Sehingga jika berjalan seperti yang telah diprediksikan maka akan balik modal/ BEP yakni 7 bulan bagi usaha ayam kampung petelur dan 15 bulan untuk usaha sapi pedaging.

Seandainya kegiatan ini bisa dilaksanakan dan berhasil (menguntungkan) maka akan menjadi pendorong bagi masyarakat untuk meniru melakukan usaha yang sama yang tentunya pihak BUMG bisa memberikan bantuan bergulir kepada mereka apakah dalam bentuk ayam betina dewasa, pakan, pengetahuan dan lain sebagainya yang dibutuhkan. Juga akan membuka peluang usaha kepada masyarakat gampong bate shok untuk menanam tanaman yang menjadi bahan baku pembuatan pakan ternak, seperti jagung, padi ladang (dedak halus), kedele, kelapa, tepung ikan, pupuk organik, pemasaran telur, daging qurban dan lain sebagainya yang tentunya akan mengangkat taraf hidup mereka.

Dukungan semua kita sangat diharapkan, terutama dinas pertanian sabang untuk memberikan motivasi dan perhatiannya kepada masyarakat dan aparat yang mengurus BUMG di bate shok  dan gampong lainnya agar selalu berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat dan disetujui serta disahkan secara bersama untuk dijalankan.  Karena tanpa pengawasan dan komitmen yang pasti akan membuat usaha yang dijalankan mengalami kegagala.

Dengan tekad dan keberanian masyarakat dan pengurus BUMG untuk mewujudkan sebuah usaha ekonomi produktif di gampong bate shok, semoga bisa dilaksanakan dengan baik dan sukses serta menjadi contoh kepada gampong lainnya untuk melakukan hal yang sama. Cita- cita setiap gampong memiliki sebuah usaha ekonomi produktif  yang sesuai dengan potensi daerah masing- masing (kearifan lokal) akan mudah diwujudkan dengan berhasilnya usaha yang dilakukan di gampong bate shok, karena sudah ada contoh yang berhasil serta menguntungkan.

Keberhasilan ini akan menjadikan gampong bate shok sebagai pilot project (proyek percontohan) bagi gampong lainnya untuk mewujudkan sebuah usaha ekonomi produktif yang dapat menopang dan berkontribusi kepada pendapatan asli gampong (PAG). Jika visi misi ini mampu dijadikan kenyataan tentu saja dalam membangun daerah akan lebih mudah, karena dengan besarnya PAG akan lebih leluasa suatu daerah membuat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di daerah nya.

Langkah pemberdayaan yang menciptakan kemandirian telah mampu dilaksanakan tentu saja langkah berikutnya, yakni pembangunan yang menciptakan kesejahteraan akan mudah untuk dilaksanakan dan diwujudkan. Sehingga ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan bisa dicapai dalam waktu yang sesingkat- singkatnya. Aamiin 3X

banner 300x250

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed