oleh

“Kegaduhan Demokrasi Bangsa Hari ini”

banner 300x250
image_pdfimage_print

Oleh : Rikardus Nompa, S.Pd (Wakil Sekertaris Liga Mahasiswa Nasional Demokrat NTB)

BARANEWSACEH.CO – Demokrasi menjadi sangat penting dalam suatu negara bahkan seperti menjadi sebuah keharusan untuk diterapkan, tampak kehilangan hakikat pun jati dirinya. Sebut saja seperti demokrasi di Indonesia, yang akhir-akhir ini justru banyak melahirkan kegaduhan dan kisruh tak berkesudahan.

Hal ini justru dibanggakan oleh para politisi, ormas, bahkan akademisi. Mewujudkan semua agenda kepentingan dengan menghalalkan segala cara, termasuk dengan menodai demokrasi itu sendiri, yang sudah diluar batas seperti fitnah, hoax, ujaran kebencian, dipaksakan untuk menjadi bagian dari demokrasi itu sendiri.

Suhu politik tahun ini sengaja dibuat panas, dari dimunculkannya Pemberitaan Kegaduhan atas kebohongan ibu Ratna Sarumpaet.
Ya, politik sengaja dibuat gaduh. Bahkan kegaduhan tersebut harus dinikmati kalangan masyarakat agar terjadi konflik, dengan adanya konflik bahkan tercerai berai.

Kegaduhan politik yang tercipta juga menjadi senjata untuk mengguncang rezim yang sedang berkuasa. Kita disini harus belajar dari sejarah bahwa politik yang gaduh kerap berdampak pada stabilitas ekonomi bahkan dapat mengguncang domestik.

Lalu, apakah kegaduhan politik merupakan bagian dari demokrasi? Iya, akan tetapi lebih menunjukan pada persoalan demokrasi yang belum mapan.

Mereka yang mempunyai hasrat ambisi kekuasaan, seperti tak peduli untuk menguras energi bangsa hari ini dengan kegaduhan politik, lalu memunculkan isu-isu yang tidak produktif.

Kenapa kegaduhan politik ini justru makin dibuat kisruh? Ya, tak akan dihentikan, justru mereka akan memelihara kegaduhan tersebut, karena bisa jadi salah satu yang diharapkan kegaduhan tersebut untuk menghambat akselerasi (percepatan) kerja pemerintah.

Akan tetapi saya melihat justru pemerintah tahu betul kondisi yang ada, dan tidak reaksioner dalam menanggapi polemik yang sengaja diciptakan lawan politiknya. Hal ini dapat kita lihat dari beragam isu yang dimunculkan yang berujung kegaduhan, satu-persatu seperti terbuang dan masuk ke tong sampah.

Kita harus lawan kegaduhan hari ini yang semesti terjadi dengan tidak ikut gaduh di dalamnya. Sebenarnya Kita harus beruntung punya presiden seperti Bapak Ir. H. Joko Widodo yang tenang dan tidak bertindak reaksioner dalam kegaduhan politik yang diciptakan lawan politiknya.

Masyarakat harus lebih dewasa menyikapi proses demokrasi lima tahun kedepan baik itu pileg maupun pilpres. Berbeda pilihan itu adalah hal biasa. Jangan sampai Pileg dan Pilpres justru membuat bangsa ini terpecah belah dan bermusuhan.

Kita harus menyadari bahwa semua anak bangsa bertanggung jawab untuk menjaga negeri ini dari berbagai persoalan. Jangan sampai hanya karena kepentingan satu kelompok kita bisa bercerai berai. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed