oleh

Kadis Pendidikan & Kebudayaan Aceh Dihimbau Monitor Lembaga Pendidikan Nusantara School

banner 300x250
image_pdfimage_print
Poto Ilustrasi. *Terkait Akreditasi B ISO 9001 yang dipajang di sekolah tersebut

Kutacane, Baranewsaceh. co – Dihimbau kepada Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh, untuk turun dan memonitor keberadaan Lembaga pendidikan Nusantara School yang berada di desa Lawe Loning I Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara(Agara), yang disinyalir bahwa pemampangan Akreditasi B ISO 9001 di SMK itu kurang akurat.

Hal itu sudah pernah dikonfirmasi Jurnalis Baranews.Aceh kepada pihak sekolah, melalui Ibu Dewi Simamora yang menjabat Wakasek di sekolah tersebut. Warga yang berdiam di sekitaran lingkungan sekolah itu, menyebutkan bahwa pihak sekolah pernah memecat salah satu murid di sekolah itu, padahal siswa itu anak yatim, dan ibunya merantau ke Malaysia.

Ketika hal itu dipertanyakan kepada Ibu Dewi Simamora, Dia menyebutkan bahwa nama Hendra Siburian tidak ada terdaftar siswa kami, ujarnya.” Dalam kesempatan berbeda, Wartawan media ini menanyakan kepada masyarakat Lawe Loning I perihal asal-usul Sekolah, menyebutkan bahwa sekolah Nusantara dulu dibangun oleh orang Korea, dan ruangan kelasnya ditambah oleh pemerintah, tambahnya.”

Dimohon kepada Kadis pendidikan dan kebudayaan Aceh untuk turun ke lapangan, bila penting dengan inspeksi mendadak(sidak) untuk mencek ijin sekolah, pencantuman akreditasi B ISO 9001, pengelolaan dana BOS, BOS kabupaten, dana anak yatim piatu yang dikelola Lembaga pendidikan Nusantara School, karena Lembaga ini menaungi  PAUD, SD, SMP, dan SMK. Jangan sampai terjadi pembohongan publik, penyimpangan dana karena hal tersebut melanggar UU no.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU no.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan UU no.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no.20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Pengakuan Akreditasi B ISO 9001 yang didapatkan Lembaga pendidikan Nusantara School, setahu penulis harus melewati uji kurikulum, sarana- prasarana, mutu Guru, lingkungan yang bersih, manajemen, dan pemeriksaan berkala. Pantauan Juru warta ini di sekolah tersebut, bahwa Kamar mandi dan WC diduga kurang layak mendapatkan ISO 9001.(P.Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed