Kades Kedataran Gabungan Dikorankan Warganya

by
Proyek TPT desa Kedataran Gabungan

Kutacane (Baranews.Aceh) – Kepala desa(Kades) Kedataran Gabungan Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara(Agara),Bindu Sihite (BS) dikorankan salah satu warganya.Warga yang memediakan Kepala desa(Pengulu kute) Kedataran Gabungan yang tidak bersedia namanya dipublikasikan, merasa jengkel dan gerah melihat sifat dan kinerja Bindu Sihite yang arogan,asal-asalan,serta diduga menguntungkan diri sendiri dan kelompoknya.

Keluhan warga yang aspirasinya tidak tertampung oleh Pengulu kute,di muat di Tabloid investigasi Mitra Polda(MP) edisi 14 Tahun ke-1 tanggal 27 September-8 Oktober 2017 hal.24 dengan judul ”Diduga Kades Kedataran Gabungan salahgunakan DD beli lapangan sepakbola”.Adapun dana desa tahap 1 Tahun 2017 Rp.446.000.000,-.Lahan lapangan sepakbola seluas 66x 105m dibeli Rp.150.000.000,-sesuai dengan konfirmasi anggota BPk terhadap Ketua BPk desa Kedataran Gabungan.

Pembelian lahan dari Bp.Gj. seluas 105 x 94 m,dengan harga Rp.250.000.000,-.Desa membeli(bagian BS) 105 x 66 m dengan biaya Rp.176.000.000,-(laporan desa ke Inspektorat Agara).Narasumber Baranews.Aceh  mengatakan, Sisa lahan (105 x 28 m) dari lapangan sepakbola diduga dikavlingkan dan dibagi-bagi oleh kepala desa,Sekdes,Bendahara,dan Ketua BPk,ujarnya. “Masa Pak wartawan,pembelian lahan dibeli dengan modus menggunakan dana desa,tapi ada kepentingan terselubung dan menguntungkan diri sendiri,tambahnya.”

Kabar pembelian lahan untuk  Lapangan sepakbola,menjadi polemik dan simpang-siur(perguncingan) Warga dalam hal kepemilikan dan harga yang tidak wajar,karena berada di pinggir Jalan raya.Pembelian lahan untuk Lapangan sepakbola,disinyalir menyimpang,dengan memperalat anggaran desa yang mengakibatkan kerugian negara,melanggar pasal 3 UU no.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU no,20 Tahun 2001.Setiap orang memperkaya diri sendiri,orang lain, atau suatu korporasi; menyalahgunakan kewenangannya,kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan dan kedudukan,akan dikenakan hukuman penjara 20 tahun atau denda maksimal Rp.1 milyar.

Diminta kepada auditor Inspektorat Aceh Tenggara,untuk memeriksa aplikasi system keuangan desa(SISKEUDES),dan TIPIKOR Polres maupun Kejaksaan untuk menindaklanjuti bila ada temuan penggelapan atau tindak pidana korupsi.Pembelian lahan untuk kepentingan desa/asset desa,harus melalui kajian penelitian publik(Konsultan),dan harga sesuai patokan BPN(karena tanah harus disertifikatkan)dengan standar nilai jual objek pajak(NJOP).

Dari Proyek desa yang ada di Kedataran Gabungan,ada Saluran pembuangan air limbah(SPAL),Pembukaan jalan ke Lapangan sepakbola,dan Tembok penahan tanah(TPT)  di Dusun Lumban Sianturi yang volumenya 400 m, jumlah dana Rp.177.984.000,- dengan sumber dana APBN Tahun 2017,yang diduga bermasalah karena berkelok-kelok seperti  Ular.Menurut Sdr.Mustafa yang anggota Lembaga tinggi Komando pengendalian stabilitas ketahanan nasional “ Pers informasi negara RI” bahwa Proyek TPT itu bermasalah karena diduga tidak ada pondasi,dan berkelok-kelok seperti Ular.Wartawan media ini berusaha konfirmasi kepada Kepala desa Kedataran Gabungan,Bindu Sihite melalui ponselnya  0823 7092 0xxx yang berasal dari Kantor Camat Lawe Sigalagala,ternyata tidak aktif.Jurnalis Baranews.Aceh konfirmasi kepada Ketua BPk desa Kedataran Gabungan,dan Sekdes beberapa waktu lalu,mengatakan bahwa pembelian lahan lapangan sepakbola adalah inisiatif kami, kami(Uang-red) yang mendahulukan supaya Tanah itu jadi,ucapnya.(P.Lubis)