Kabid Trantib Satpol PP Simeulue Mulai Tegakkan Disiplin Tertibkan PKL Serta PNS yang Nongkrong di Warung

by


Simeulue, Baranewsaceh.co – Kabid ketentraman dan ketertiban Satpol.PP Apit Linon.ST bersama pasukannya laksanakan program penertiban serta razia pedagang kaki lima dan sejumlah tumpukan matrial pasir di jalan protokol.

Jum’at 29/09, pukul.14:30.Wib, Kabid Trantib Satpol PP Kab.Simeulue Apit Linon.ST, bersma 20 personilnya turun kejalan guna menertibkan Pedagang kaki lima (PKL), aksi siang itu juga terlihat didampingi oleh Kapolsek Simeulue Timur Iptu. Hari Tonang bersama anggotanya serta Danramil kota Kapten (Inf) Hari Santoso yang juga bersma angggotanya.

Kabid ketentraman dan ketertiban Satpol PP Apit Linon.ST. Kab.Simeulue menjelaskan,” Gelar penetiban ini akan terus kita laksanakan secara rutin, guna menertikan para PKL yang berjualan di kawasan jalan porotokol, karena dengan adanya pedagan – pedagang yang liar dapat merusak pandangan kota, hingga terkesan kota ini tidak tertata dan semberaut, karena ini dinilai sudah sesuai dengan Perbup no 15 / 09 tentang penertiban fungsi jalan umum, kita akan melakukan pendekatan – pendekatan secara persuasif kepada pedagang, kiranya usaha dan langkah awal ini bisa tertib, kita juga berharap kira mari kita jaga suasana kota ini agar terlihat nyaman dan indah dipandang mata, namun apa bila cara yang kita lakukan belum bisa membuat para pedagang tertib dan mengikuti aturan, maka kita akan melakukan tindakan tegas, ianya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pihak pendamping seperti Kapolsek Simeulue Timur Iptu.Hari Tonang dan Danramil Simueulue Timur Kapten Inf.Hari Santoso, bahwa kita akan tindak sesuai aturan dan perundang udangan yang berlaku, apa lagi Pemda Simeulue sudah menyediakan tempat berjualan ikan, yaitu di Pasar ikan di Suka Jaya.” Ungkap. Apit.

Apit Linon juga menambahkan,” mulai tanggal 01 Oktober dan seterusnya kita akan lakukan beberapa program lagi, seperti, penertiban hewan ternak yang berkeliaran di ruas jalan kota, ini adalah aturan Qanun no 23/ 2002, tentang penertiban hewan ternak, selanjutnya kita juga akan menetibkan pegawai – pegawai yang sering mangkir pada saat jam kerja, seperti pegawai yang banyak menghabiskan waktunya di warung – warung kopi, padahal kita semua tau bahwa kita punya tanggung jawab yang sudah menjadi amanah buat kita semua, kita juga mesti memahami bahwa kita adalah pelayan lublik, coba bayangkan berapa banyak masyarakat yang terlantar akibat ulah kita yang meninggalkan tanggung jawab dari kantor, ┬ákita tidak berfikir, boleh jadi orang yang ingin berurusan dengan kita tinggalnya di Alafan sana, mereka harus menunggu berhari – hari hanya untuk sebuah surat mungkin, dan khusus untuk hal penertibkan pegawai ini, pihak kami sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Simeulue, apa bila ada yang bandel dan sok enggak peduli atau menganggap sepele hal ini, maka kami akan mengambil tindakan dengan melaporankan kepada pihak SKPK nya masing – masing, ia berharap kiranya mari kita sama – sama menghormati dan menghargai aturan yang ada, demi terciptanya suasana yang aman, kondusif dan baik, karena kita punya tanggung jawab yang sama, sebagai abdi Negara, saya akan lakukan semua tugas ini sesuai perintah atasan dan sesuai tanggung jawab saya sebagai penegak Perda, Apit juga mengulas,” ianya mengaku sedikitpun tidak bergeming atau berkecil hati dengan penempatan saya yang dinilai tidak sesuai dengan disiplin ilmu saya, sebagai seorang sarjana technik (ST) lalu saya ditempatkan di Satpol.PP, bagi saya semua itu sama, dimanapun saya ditempatkan saya siap, saya akan menjalankan tugas sesuai amanah.” Tutur. Apit Linon.

Danramil Simeulue Timur Kapten.Inf. Hari Santoso, menjelaskan,” kegiatan penertiban dinilai sangat positif, karena tanggung jawab menjaga kebersihan dan tertib tempat PKL berjualan adalah tanggung jawab kita bersama, mari kita tertib aturan, agar kita lebih nyaman dan aman, apalagi pimpinan kita di Simeulue ini baru, jadi mari kita sama – sama dukung program pemerintah untuk kemajuan kita kedepan.”Tukas.Hari Santoso.

Kaposek Simeulue Timur, Iptu.Hari Tonang, juga menanggapi,” tentu kita akan tertipkan PKL itu, tapi Pemda Simeulue juga harus sudah siap kemana mereka akan kita gusur, tempat mereka berjualan, kita sangat merasa perihatin dan kasihan melihat mereka, kita gusur kesana kemari, mau jualan sini digusur, mau jualan sana diusir, meraka itu juga manusia dan saudara – saudara kita lagi, mereka itu hanya mencari makan, hanya untuk sesuap nasi, jadi harapan saya kiranya Pemda Simeulue juga harus berfikir tentang tampat dimana mereka harus menjajakan jualan mereka, saya tetap optimis dengan program dan langkah – langkah yang sedang kita laksanakan, tapi hanya saja program yang kita laksanakan ini harus bisa berimbang, saya yakin Simeulue akan tertib kedepan.” Pinta.Hari Tonang.

Aksi turun kelapangan Kabid Trantib Sapol.PP hari itu usai pada pukul 17:05. Wib, semua target yang dituju, berjalan dengan baik dan aman, semua berjalan sesuai rencana tidak ada inseden atau penolakan dari pihak PKL, maupun pemilik barang matrial yang berserakan diruas jalan protokol, ia juga memberi batas waktu kepada pemilik matrial agar pukul 18 : 00 Wib. Harus sudah dibereskan dan tidak terlihat lagi di jalan… (ARB)