Jika PDI-P Punya Soekarno, Golkar Punya Soeharto, Maka Rakyat Punya Jokowi

by
Ilustrasi

BARANEWSACEH.CO – Sejarah kepimpinan Sukarno sejak jaman penjajahan sampai dia dilengserkan dari kursi kepresidenan tidak lepas dari sejarah berdirinya Republik ini. Semua orang mengakui bahwa nama Soekarno tidak bisa lepas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang notabene dipimpin oleh putri pertama Soekarno, Megawati Soekarnoputri. Bahkan hingga kini PDI-P masih memegang teguh pemikiran-pemikiran Soekarno dan dijadikan semacam haluan dalam perjalanan politik PDI-P.

Sedangkan HM. Soeharto yang selama 32 tahun memimpin Indonesia pasca Soekarno, tidak lepas dari Partai Golkar. Pendiri Partai Golkar ini memang dianggap sebagai “Roh”nya Partai Golkar, bahkan hingga kini. Walaupun sejak wafatnya Soeharto, Golkar mengadakan perubahan besar-besaran sesuai dengan semangat reformasi, tetap saja  ikatan historis dengan Soeharto kental.

Lalu Bagaimana dengan Jokowi?

Jokowi adalah presiden yang diusung PDI-P pada pilpres 2014 lalu. Selain PDI-P, Partai PKB, Hanura dan Nasdem juga ikut mengusung Jokowi. Saat itu banyak orang mengira bahwa Jokowi akan menjadi presiden “Boneka” yang berada dibawah bayang-bayang Megawati dan Jusuf Kalla. Namun dalam perjalanan kepemimpinannya sampai saat ini,kita bisa melihat sendiri ketegasan Jokowi dalam setiap mengambil keputusan.  Jokowi tidak mau terlalu di “atur-atur” oleh partai pengusungnya, Tak ayal tindakannya ini kadang sering menimbulkan gesekan dengan Megawati dan para petinggi partai-partai pengusungnya.

Jokowi tidak identik dengan PDI-P, tapi rakyat indonesia melihat jokowi seperti mereka melihat dirinya sendiri, karena sifat merakyat dan kesederhananya.

Sederhana, jujur, pekerja keras, merakyat, dan ikhlas dalam memimpin adalah sifat-sifat jokowi yang tidak dimiliki oleh para pendahulunya.

Banyak pengamat nasionalis berpendapat, jika Jokowi diberi kesempatan untuk memimpin 2 periode, maka Indonesia akan menjadi Negara paling disegani di Asia, khususnya di Asia Tenggara.

Jadi jika PDI-P punya Soekarno, Golkar punya Soeharto, Rakyat Indonesia punya Jokowi.

Oleh : AK Purbawanto (via Blog)

Sumber : Fokusnusa.com