oleh

Iskandar: Pernyataan Wakil Bupati Bireuen Konyol

banner 300x250
image_pdfimage_print

BIREUEN- Iskandar atau yang akrap disapa Tuih Koordinator demo AMKB menyayangkan pernyataan wakil bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar. A. Gani, SH. M.Si yang mengatakan bahwa harga 1,9 Milyar, tak sebanding dengan Bupati Saifannur, S.Sos yang telah mampu membawa anggaran APBA hampir Rp 300 milar lebih, sehingga bisa dianggarkan begitu saja, menurut kami pernyataan itu sangat konyol.

Hal tersebut dikatakan Iskadar kepada media Baranewsaceh. melalui siaran pres Releasenya, selasa malam (09-10-2018).

Jangan lupa, apa itu hak dan kewajibannya sebagai bupati. Saifannur juga digaji oleh negara, dan memajukan daerah adalah kewajibannya. Kalau mau bonus, publik tidak bodoh dan lupa bahwa dirinya pernah mengatakan akan “Mengwakafkan dirinya untuk Bireuen”. Apakah ini hanya bualan semata, “sahut Iskandar.

Memang secara regulasi dan Democlature pengadaan mobil tersebut dibolehkan. Tapi apakah pemimpin kita hari ini buta hati nuraninya. Karena masih banyak sekali masyarakat yang terhimpit dengan ekonomi, pengangguran semakin bertambah, reformasi birokrasi seolah stagnan, dan banyak sekali persoalan Bireuen yang tidak tertangani dengan baik. Lagipula anggaran yang disebutkan oleh Muzakkar, diprioritaskan untuk pembangunan fisik saja, “imbuhnya.

Selain itu, kata Iskadar. kami dari AMKB akan terus bersuara dan menolak pengadaan mobil dinas bupati seherga 1,9 milyar tersebut, bahkan akan terus mendesak DPRK Bireuen untuk segera dibatalkan. Kalau memang DPRK tidak merespon tuntutan kami, maka jangan salahkan kami masyarakat bertindak tegas bahkan akan kami adakan aksi yang lebih besar lagi dari sebelumnya, “tegasnya.

“Suara kami adalah suara rakyat. Karena apa yang kami suarakan selama ini bukan demi kepentingan kami, tapi demi kesejahteraan masyarakat Bireuen pada umumnya, “ujarnya.

Lanjutnya, bila memang ada yang mengatakan bahwa kondisi ekonomi Bireuen sekarang sudah membaik, maka mari sama-sama kita turun ke kampung-kampung, dan ke pelosok desa untuk melihat langsung apakah masih ada masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, “pungkasnya.

Kalau udah kita lihat langsung, baru bisa kita katakan bahwa ekonomi masyarakat Bireuen sekarang sudah mulai membaik. Kalau cuma duduk di kantor tidak pernah turun kampung-kampung dan pelosok-pelosok desa, maka kemiskinan masyarakat tidak bisa terlihat dengan kasat mata dan hati nutani pemimpin kita sekarang, “ungkapnya.

Jadi tidak ada gunanya Bireuen bisa membawa pulang anggaran APBA 400 Milyar, kalau masyarakatnya masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan, “tutupnya.(Adam).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed