oleh

Ini, Riwayat Singkat Saiful Bahri (Pon Yaya)

image_pdfimage_print

 

Ini, Riwayat Singkat Saiful Bahri (Pon Yaya)
Saiful Bahri, Atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pon Yaya Semasa Konflik Aceh dulu Adalah seorang Tentara Nasional Aceh / TNA, jabatannya dulu sebagai Wakil Komandan (WaDan Compi A0015)Daerah II, Wilayah Samudra Pase dibawah Pimpinan Tgk. Hazbullah alias Ayah Quari. Dan,dipercayakan sebagai komandan pasukan rawon (pasukan Rimueng Tapa) Pada tahun 2003-2005.

Saiful Bahri punya sejarah dan kisah sendiri dalam masa perang panjang hingga masa perdamaian Aceh. peristiwa penting yang bersejarah baginya adalah ketika gagalnya perundingan di Tokyo Jepang, Dimana pemerintah Indonesia tidak lagi mengakui adanya perang di Aceh pasca penangkapan William Nelson. Kala itu, Siaful Bahri menerima Telephone dari kawannya di Norwegia (Rasyid) yang ikut menghadiri perundingan di Tokyo.

Hal tersebut dikatakan Saiful Bahri kepada Media Baranewsaceh.co melalui pesan Whatsappnya, Kamis, (19-07-2018).

Lanjutnya, Rasyid menyarankan kalau bisa, buat satu rekaman perang dengan TNI dan sekaligus rekam juga bagaimana antusiasnya masyarakat Aceh dalam mendukung perjuangan GAM. Selang satu jam Handphone genggam Pon Yaya kembali bergetar. Kala itu, Ia di Telephone oleh Dolly Paloh yang saat itu berada di pusat ibukota Jakarta dan mengabarkan hal yang sama seperti yang disampaikan oleh Rasyid di Norwegia.

Setelah mendapat informasi tersebut Saiful Bahri meminta bantuan sama Dolly untuk mengirimkan handycam untuk merekam perang sebagaimana yang disampaikan oleh Rasyid.

Lima hari setelah informasi tersebut didapatkan, seorang utusan yang dikirim oleh Dolly menjumpai Saiful Bahri dengan membawakan sebuah Handycam dan 5 (Lima) buah kaset kosong. Orang yang diutuskan tersebut adalah Jala alias Nek Gadeng.

Satu minggu kemudian Saiful Bahri cs merekam kontak tembak seperti yang disarankan oleh Rasyid dan Dolly. Mulai dari antusias masyarakat dalam mendukung perjuangan GAM hinga perang dahsyatpun terjadi di kawasan Aue Putroe Manoe, Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara.

Setelah semua kaset kosong itu terisi Jala pun kembali menghadap Dolly yang kala itu sudah menunggunya di suatu tempat (Rahasia) Dan, Dolly pun segera berangkat ke Swedia untuk mengantarkan rekaman tersebut. sebagian rekamannya ada di You Tube, dengan judul “GAM Senggong TNI”.

Pasca Penandatangan Damai di Helsinky, Firlandia antara GAM-RI, Saiful Bahri menjadi Pedagang Getah di Buloh, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Pada tahun 2006-2018, Saiful Bahri (Pon Yaya) mulai membangun kebun kelapa sawet..dengan harapan bisa membantu kawan-kawan dan masyarakat, supaya ada lapangan kerja, dan alhamdulillah sampai sekarang sudah menjadi seorang Pengusaha sukses di bidang kebun kelapa sawit yang mempunyai ratusan pekerja (mulai dari pekerja harian lepas, dan juga karyawan tetap). Sedikitnya Ia (Saiful Bahri-red) sudah mampu mengurangi sebagian pengangguran yang ada di Daerah Buloh dan sekitarnya.

Kemudian, Saiful Bahri diangkat sebagai Panglima GAM Sagoe Tgk. Tjhiek Di Buloh tahun 2011 sampai dengan sekarang. Dan, kemudian diangkat lagi sebagai Keuangan GAM Daerah II, Tgk. Tjhiek Di Cot Plieng Tahun 2013-2015.

Atas prestasinya yang begitu gemilang dia juga dipercayakan memegang tampuk pimpinan sebagai Komadan Operasi (DanOps) GAM Daerah II, Tgk. Tjiek Di Cot Plieng 2015 sampai dengan sekarang..

Tahun ini, Sosok Saiful Bahri (Pon Yaya) yang dikenal santun, dan punya rasa sosial yang tinggi dengan masyarakat, Ikut meramaikan pesta Demokrasi pada Pileg 2019 mendatang.

Saiful Bahri diusung oleh Dewan Perwakilan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA), Daerah pemilihan 5, Lhokseumawe dan Aceh Utara sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR Aceh pada Pemilihan Umum 2019 mendatang dan bertekad merebut kursi parlemen DPR Aceh dengan harapan untuk bisa membantu pemerintah Aceh dalam mengurangi angka kemiskinan, “Terangnya.(Adam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed