Ingin Penyuluh Pertanian Melek Teknologi, BDP Aceh ‘Gaet’ Pakar IT Dari Jakarta

by

 

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq

Baranewsaceh.co.

Sebagai lembaga diklat yang focus pada peningkatan sumber daya manusia penyuluh pertanian, Balai Diklat Pertanian (BDP) Aceh, secara bethap terus berupaya memberikan pelayanan diklat terbaik sesuai dengan kebutuhan penyuluh. Begitu juga menyahuti globalisasi teknologi informasi yang saat ini menjadi kebutuhan penting bagi penyuluh pertanian, tidak luput dari perhatian drh. Ahdar, MP, Kepala BDP Aceh ini. Melalui berbagai kegiatan diklat yang diperuntukkan bagi para penyuluh pertanian se provinsi Aceh, Ahdar terus berusaha agar para penyuluh pertanian di Aceh bisa familiar dengan teknologi informasi yang pada saat ini menjadi salah satu alat dan media penting dalam melakukan aktifitas kepenyuluhan.

Hal ini sangat sesuai dengan permintaan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada saat menyerahkan secara simbolis SK Penagngkatan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jakarta, bulan September 2017 yang lalu. Amran meminta agar semua penyuluh pertanian tidak gagap teknologi (Gaptek), karena teknologi informasi pada saat ini tidak bisa dipisahkan dengan tugas penyuluh. Dengan menguasai teknologi informasi, para penyuluh dapat menyebarkan informasi dan capaian pembangunan sektor pertanian di daerahnya, selain itu gengan menguasai IT para penyuluh juga dapat, menyebarluaskan berbagai informasi actual dan teknologi baru di bidang pertanian kepada petani binaan mereka.

Salah satu terobosan yang dilakukan Ahdar agar para penyuluh pertanian di Aceh juga mampu menguasai teknologi informasi adalah dengan menggelar yang menurut rencana akan digelar dib Diklat Pengusaan Teknologi Informasi Bagi Penyuluh Pertanian di balai diklat yang dipimpinnya pada akhir bulan November 2017 ini. Agar capaian dari diklat ini bisa optimal, Ahdar pun  melakukan ‘gerilya’ untuk mencari nara sumber atau pemateri yang meiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, karena sasaran dari diklat ini adalah agar peserta diklat benar-benar mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung aktifitas kepenyuluhan mereka, seusai mengikuti diklat ini. Dengan demikian diklat yang akan diselenggrakannya ini bisa tepat sasaran dan tepat manfaat .

“Untuk menyelenggarakan sebuah diklat dibutuhkan biaya, waktu, tenaga dan fikiran yang tidak sedikit, pleh karenanya setiap diklat yang kami selenggarakan harus mampu memberikan impact point bagi para peserta, untuk diklat tentang IT ini, kami berharap para penyuluh tidak lagi gaptek seusai mengikuti  diklat ini, makanya kami sengaja mencari dan mengundang  nara sumber yang benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya” ungkap Ahdar melalui jaringan Whats App nya.

Undang pakar IT dari Jakarta.

Tidak ingin main-main atau coba-coba dengan diklat yang akan diselenggarakannya, Ahdar pun sampai harus ‘blusukan’ ke ibukota untuk mencari nara sumber yang benar-benar kapabel untuk mengampu materi yang cukup ‘berat’ ini. Pilihan Ahdar kemudian tertuju pada sosok , Ir. Didik Eka Putra,  seorang pakar teknologi informasi yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pertanian. Didik ya g merupakan alumni Institut Teknologi dan Informatika (ITI) Jakarta tahun 1994 ini, sebelumnya juga pernah diundang oleh Ahdar pada tahun 2015 yang lalu untuk menjadi nara sumber  pada Diklat Tematik  Pengolahan Pupuk Organik di Balai Diklat Pertanian Aceh.

Gayungpun bersambut, Didik yang saat ini sedang mengemban tugas dari PT Bank Mandiri  Tbk untuk  melakukan servis berkala dan monitoring  program ‘Kota Uang’  pada jaringan ATM Bank Mandiri di seluruh Indonesia ini, sudah menyatakan kesediannya ketika ditemui Ahdar di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Pilihan Ahdar memeng tidak meleset, kapabilitas dan kompetensi Didik sudah tidak diragukan lagi, karena selain pakar di bidang teknologi informasi, Didik juga seorang pengelola media . Saat ini dia juga menjadi Pemimpin Redaksi  Majalah ‘Info Kalimantan’, salah satu media yang mulai tumbuh besar di wilayah tengah Indonesia.

Ibaratnya sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, itu yang kemudian didapatkan oleh Ahdar, selain akan mengajarkan materi tentang teknologi informasi, Didik nantinya juga diminta untuk mengajari para penyuluh agar dapat mempublikasikan kegatan yang dilakukannya melalui media.

“Teknologi informasi dan media sangat erat kaitannya, kebetulan pak Didik memanng sangat menguasai kedua bidang ini, saya berharap melalui diklat ini, nantinya para penyuluh di Aceh selainramah IT juga ramah media, karena saat ini peran media juga sangat penting dalam mendukung tugas penyuluh” lanjut Ahdar.

Lebih lanjut Ahdar berharap agar diklat seperti ini juga bisa di gelar pada tahun 2018 yang akan datang, karena menurutnya diklat seperti inilah yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para penyuluh.

“Untuk tahun 2017 ini, mungkin kami hanya bisa menggelar satu angkatan diklat IT ini, karena ini sudah penghujung tahun, mudah-mudahan tahun depan diklat ini bisa berlanjut, karena saya melihat urgensi dari diklat ini sangat dibutuhkan oeh para penyuluh yang harus selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi, tanpa IT kinerja penyuluh akan terus tertinggal” pungkasnya.