oleh

Ijazah Kades Terpilh Tanah Baru Masih Polemik

image_pdfimage_print
*Tahapan Test urine serentak, dan pemaparan visi-misi diduga urung dilakukan *Indikasi “Politik uang” merebak dalam Pilkades Tanah Baru

Kutacane, Baranewsaceh. Co – Ijazah Kepala desa terpilih Desa(Kute) Tanah Baru, Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara, Budi Silitonga(BS) masih gonjang-ganjing alias polemik di masyarakat setempat, terutama pendukung calon Kepala desa yang kalah, Lamhot Sihombing. Hal tersebut dikatakan salah seorang warga desa Tanah Baru khusus kepada Jurnalis Baranews.Aceh yang namanya tidak bersedia dipublikasikan ke khalayak ramai.

”Yang Saya tahu Pak Wartawan, bahwa si Budi ini sekolah di SD Katolik, dan SMPnya saya kurang tahu, ujarnya.” Wartawan media ini bersama Kabiro Mitra Polda Aceh Tenggara, Ronald Sianturi berusaha dan menelusuri pihak-pihak terkait atas kecurigaan Ijazah Budi Silitonga yang digunakan dalam Pilkades Tanah Baru pada tanggal 29 Agustus 2018 yang lalu.

Konfirmasi Awak media ini kepada Kepala sekolah SD Swasta Budi Murni ,Magdalena Situmorang,S.Pd yang berlokasi di Kute Lawe Rakat , perihal masih adanya bukti Budi Silitonga lulusan dari sekolah tersebut, dia menyatakan bahwa namanya tidak ada lagi dalam Buku induk, karena Buku induk kami hanya mencatat Siswa/I yang lulus tahun 1980-an, ucapnya.”
Hasil konfirmasi Kuli tinta ini bersama Kabiro Mitra Polda kepada Kepala sekolah SMP Swasta Nommensen yang berada di Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur, Asman Parluhutan,S.Pd tentang Surat keterangan Ijazah SMP Tahun 2015 yang dikeluarkan Sekolah tersebut untuk Paket C Budi Silitonga mengatakan, bahwa Ia masih membenahi Sekolah, karena SMP Swasta Nommensen baru buka kembali tahun ini, dan Dokumen masih berada di Wakasek, yayasan, ataupun nantinya kami tanyakan kepada Pendeta,sambungnya.”
Lebih lanjut, Asman Parluhutan,S.Pd mengucapkan, Saya sebagai Kepala sekolah yang baru masih berfokus untuk mengurus ijin sekolah yang baru ke Dinas pendidikan dan kebudayaan, supaya keluar Dapodik dan NPSN, tambahnya.” Paket C Budi Silitonga yang dikeluarkan Yayasan Nusantara Tahun 2017 yang ditandatangai Jamilah,S,Pd ditengarai kurang lengkap secara administrasi, karena legalisir Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tenggara tidak ada, dalam fohtocopy yang didapatkan pemburu berita ini dalam berkas tahapan Pilkades.

Polemik Ijazah ini, sebenarnya di dahului oleh Budi Silitonga dengan mengirim surat keberatan kepada Panitia pemilihan Kute(P2K) Tanah Baru, yang mencurigai Surat keterangan Ijazah SMP Lamhot Sihombing tentang nomor induk, dan daftar nilai yang bersangkutan. Kenyataan, Fotocopy Surat keterangan pengganti ijazah Lamhot Sihombing yang didapat Juruwarta ini, sudah dilegalisir sekolah yang bersangkutan, dan oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tenggara, serta diamini oleh mantan Guru dan Wakasek SMP N 1 Lawe Sigala-gala, Sumedi,S.Pd.
Dimohon kepada pihak terkait Sekolah, Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Tenggara, Aparat kepolisian untuk memeriksa dan menyelidiki keabsahan Ijazah atau Surat keterangan yang dipergunakan Budi Silitonga untuk maju dalam Pilkades Tanah Baru, karena pemalsuan dokumen, tandatangan, dan stempel adalah tindak pidana sebagaimana pasal 263 KUHP.

Dalam tahapan Pilkades, sebenarnya Lamhot Sihombing ingin mengundurkan diri, karena Dia merasa P2k yang dipimpin Selamat Sihombing,S.Pd yang juga merangkap Kepala sekolah SD Negeri Tanah Baru yang berada di Kampung Bakti, dan Panitia kecamatan yang dipimpin Kasie pemerintahan, Erwan Nunut Siregar,SH disinyalir kurang netral, sebab lampiran bebas narkoba di berkas Budi Silitonga tidak ada dari BNK Aceh Tenggara, dan pemaparan visi-misi tidak ada, dan anggaran Pilkades yang tidak diplot sejak awalnya kurang memuaskan, sehingga Ia tidak menandatangani sampai hari H.

Panitia mengatakan masalah berkas bebas narkoba dari BNK, akan dilakukan serentak,imbuhnya.”
Lamhot Sihombing yang kalah dalam Pilkades menyatakan, permintaan mengundurkan diri urung dilakukan, karena ada bahasa Siapa yang mengundurkan diri dipenjara 2 tahun, dan denda Rp.20 juta.

Berbeda dengan Calon kepala desa Cinta Makmur Kecamatan Babul Makmur, yang 2 orang mengundurkan diri, walaupun sudah lulus uji kelayakan dari kabupaten a/n. Rosdiana Pangaribuan dan Suryani Sianturi, tinggal menyetujui DPT dan pengambilan nomor urut, tiba-tiba mengundurkan diri secara sepihak, tidak ada sanksinya. Lagi, pemaparan visi-misi tidak ada dalam Pilkades, akan mempengaruhi kinerja Kepala desa(Pengulu kute) terpilih, dan masyarakat; sebab dari visi-misi akan dijadikan RPJMdes, dan diprogramkan ke Rencana kerja pembangunan Kute(RKPKute). (P.Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed